Sunday, 5 October 2014

PERANAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA

Bahasa Indonesia????????????

Satu hal yang kita ketahui dengan jelas mengenai Bahasa Indonesia adalah suatu bahasa yang kita gunakan sehari-hari, bahasa yang kita kenal sejak pertama kali bisa berbicara, bahasa yang diajarkan oleh kedua orang tua kita hanya sekedar untuk berkomunikasi dengan orang lain, bahasa yang diajarkan secara mendalam di sekolah mulai dari tata cara penulisan pengejaan yang baik dan benar hingga penggunaannya untuk hal-hal yang formal seperti penulisan surat ataupun karya ilmiah.
Berikut saya akan membahas lebih mendalam mengenai peranan dan fungsi Bahasa Indonesia dari beberapa sumber yang berbeda.

Kedudukan Bahasa Indonesia dalam UUD’45

Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan yaitu sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa negara sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. “kami poetera dan poeteri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, Bahasa Indonesia”. itulah penggalan dari isi Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada 28 Oktober 1928. Lahirnya Sumpah pemuda merupakan sebuah awal menjadikannya bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara.

  • Sebagai Bahasa Nasional

Sebagai lambang kebanggaan dan identitas nasional, Bahasa persatuan kita, memiliki nilai-nilai sosial budaya luhur bangsa yang harus dipertahankan dan direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari tanpa ada rasa renda diri, malu, dan acuh tak acuh. Indonesia memiliki banyak budaya dan bahasa yang berbeda-beda hampir di setiap daerah. Pastinya, tidak akan mungkin kita bisa saling memahami ketika berkomunikasi antar sesama. Oleh karena itulah betapa pentingnya kedudukan bahasa indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa dan sebagai alat penghubungan antarbudaya dan daerah.

  • Sabagai Bahasa Negara

Dalam “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional” yang diselenggarakandi Jakarta pada tanggal 25 s.d. 28 Februari 1975 dikemukakan bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia memiliki fungsi sebagai : bahasa dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentinganperencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta menjadi bahasa resmi kenegaraan, pengantar di lembaga-lembaga pendidikan/ pemanfaatan ilmu pengetahuan, pengembangan kebudayaan, pemerintah dll.

Peranan dan Fungsi Bahasa Indonesia

  • Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah “Karya Tulis Ilmiah”

Sering kali pada konteks ilmiah bahasa diartikan sebagai buah pikir penulis, sebagai hasil dari pengamatan, tinjauan, penelitian yang dilakukan oleh si penulis tersebut pada ilmu pengetahuan tertentu. Dalam konteks karya ilmiah isi dari karya ilmiah harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik dalam penulisan dan tata bahasanya.

Dalam penulisan karya ilmiah yang harus diperhatikan ialah dalam pemilihan kata, penggunaan tanda baca, dan harus mengikuti EYD.
Dalam penulisan ilmiah, bahasa merupakan hal yang terpenting. Untuk itu kita harus sebaik mungkin menggunakannya. Antara lain :
  • Dalam hal penggunaan ejaan. Ejaan ialah penggambaran bunyi bahasa dalam kaidah tulismenulis yang distandarisasikan; yang meliputi pemakaian huruf, penulisan huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan pemakaian tanda baca.
  • Dalam hal penulisan kata. Baik kata dasar, kata turunan, bentuk ulang, kata ganti, kata depan, kata sandang, maupun gabungan kata.
  • Dalam penggunaan partikel lah, kah, tah, pun. Partikel lah, kah, tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh: Pergilah sekarang! Sedangkan partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Contoh: Jika engkau pergi, aku pun akan pergi. Kata-kata yang sudah dianggap padu ditulis serangkai, seperti andaipun, ataupun, bagaimanapun, kalaupun, walaupun, meskipun, sekalipun.
  • Dalam hal pemakaian Ragam Bahasa. Berdasarkan pemakaiannya, bahasa memiliki bermacam-macam ragam sesuai dengan fungsi, kedudukan, serta lingkungannya. Ragam bahasa pada pokoknya terdiri atas ragam lisan dan ragam tulis. Ragam lisan terdiri atas ragam lisan baku dan ragam lisan takbaku; ragam tulis terdiri atas ragam tulis baku dan ragam tulis tak baku.
  • Dalam penulisan Singkatan dan Akronim.Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan jabatan atau pangkat diikuti tanda titik. Contoh: Muh. Yamin, S.H. (Sarjana Hukum ). Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Contoh: dll. hlm. sda. Yth. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti tanda titik. Contoh: DPR GBHN KTP PT. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Contoh: ABRI LAN IKIP SIM. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital. Contoh: Akabri Bappenas Iwapi Kowani.
  • Dalam penulisan Angka dan Lambang Bilangan. Penulisan kata bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Contoh: Abad XX dikenal sebagai abad teknologi. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika beberapa lambang dipakai berturut-turut. Contoh: Ada sekitar lima puluh calon mahasiswa yang tidak diterima diperguruan tinggi itu.
  • Dalam pemakaian tanda baca. Pemakaian tanda titik (.), tanda koma (,), tanda titik dua (:), tanda titik koma (,), tanda hubung, (-) tanda pisah (_), tanda petik ("), tanda garis miring, (/) dan tanda penyingkat atau aprostop (').
  • Dalam pemakaian imbuhan, awalan, dan akhiran.
  • Dalam penulisan ilmiah, selain harus memperhatikan faktor kebahasaan, kita pun harus mempertimbangkan berbagai faktor di luar kebahasaan. Faktor tersebut sangat berpengaruh pada penggunaan kata karena kata merupakan tempat menampung ide. Dalam kaitan ini, kita harus memperhatikan ketepatan kata yang mengandung gagasan atau ide yang kita sampaikan, kemudian kesesuaian kata dengan situasi bicara dan kondisi pendengar atau pembaca.


Jadi dapat disimpulkan peranan dan fungsi bahasa Indonesia dalam konteks ilmiah sangatlah penting. Karena hasil baik dari penulisan ilmiah tidak lepas dari segi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

  • Sebagai Alat Untuk Mengembangkan Ilmu Pengetahuan

Menurut Sunaryo (2000 : 6), tanpa adanya bahasa (termasuk bahasa Indonesia) IPTEK tidak dapat tumbuh dan berkembang. Selain itu bahasa Indonesia di dalam struktur budaya, ternyata memiliki kedudukan, fungsi, dan peran ganda, yaitu sebagai akar dan produk budaya yang sekaligus berfungsi sebagai sarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa peran bahasa serupa itu, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang. Implikasinya di dalam pengembangan daya nalar, menjadikan bahasa sebagai prasarana berpikir modern. Oleh karena itu, jika cermat dalam menggunakan bahasa, kita akan cermat pula dalam berpikir karena bahasa merupakan cermin dari daya nalar (pikiran).
   
Bahasa Indonesia juga digunakan sebagai alat pengembangan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahasa Indonesia merupakan alat yang digunakan sebagai bahasa media massa untuk menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten. Sedangkan bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi pemakaiannnya. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar akan menghasilkan pemikiran yang baik dan benar pula. Kenyataan bahwa bahasa Indonesia sebagai wujud identitas bahasa Indonesia menjadi sarana komunikasi di dalam masyarakat modern. Bahasa Indonesia bersikap terbuka sehingga mampu mengembangkan dan menjalankan fungsinya sebagai sarana komunikasi masyarakat modern.
Semakin berkembangnya teknologi di dalam kehidupan kita akan berdampak juga pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam era globalisasi itu, bangsa Indonesia harus ikut berperan di dalam dunia persaingan bebas, baik di bidang politik, ekonomi, maupun komunikasi. Konsep-konsep dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara tidak langsung memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, termasuk bahasa Indonesia, sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan IPTEK itu.

Fungsi Bahasa Indonesia
  • Secara umum fungsi bahasa sebagai alat komunikasi: lisan maupun tulis
  • Santoso, dkk. (2004) berpendapat bahwa bahasa sebagai alat komunikasi memiliki fungsi sebagai berikut 

  1. Fungsi informasi
  2. Fungsi ekspresi diri
  3. Fungsi adaptasi dan integrasi
  4. Fungsi kontrol sosial

  • Menurut Hallyday (1992) Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi untuk keperluan:


a) Fungsi instrumental, bahasa digunakan untuk memperoleh sesuatu
b) Fungsi regulatoris, bahasa digunakann untuk mengendalikan prilaku orang lain
c) Fungsi intraksional, bahasa digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
d) Fungsi personal, bahasa dapat digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
e) Fungsi heuristik, bahasa dapat digunakan untuk belajar dan menemukan sesuatu
f) Fungsi imajinatif, bahasa dapat difungsikan untuk menciptakan dunia imajinasi
g) Fungsi representasional, bahasa difungsikan untuk menyampaikan informasi

  • Fungsi khusus bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional mempunyai, yaitu:


a) Bahasa resmi kenegaraan
b) Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
c) Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional
serta kepentingan pemerintahd) Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi

  • Fungsi kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara:


a) Bahasa resmi kenegaraan
b) Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
c) Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional
serta kepentingan pemerintah
d) Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi

  • Bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, sehingga perlu dibakukan atau distandarkan.


a) Ejaan Van Ophuijen (1901)
b) Ejaan Soewandi (1947)
c) Ejaan yang Disempurnakan (EYD, tahun 1972)
d) Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Istilah
(1975)
e) Kamus besar Bahasa Indonesia, dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (1988)

  • Bahasa Indonesia memiliki fungsi-fungsi yang dimiliki oleh bahasa baku, yaitu:

  1.     Fungsi pemersatu, bahasa Indonesia memersatukan suku bangsa yang berlatar budaya dan bahasa yang berbeda-beda
  2.       Fungsi pemberi kekhasan, bahasa baku memperbedakan bahasa itu dengan bahasa yang lain
  3.     Fungsi penambah kewibawaan, bagi orang yang mahir berbahasa indonesia dengan baik dan benar.
  4.      Fungsi sebagai kerangka acuan, bahasa baku merupakan norma dan kaidah yang menjadi tolok ukur yang disepakati bersama untuk menilai ketepatan penggunaan bahasa atau ragam bahasa


Melestarikan Bahasa Indonesia

Setelah mengetahui peranan dan fungsi Bahasa Indonesia yang begitu penting rasanya begitu miris jika nantinya kegunaan bahasa Indonesia mulai tergeser oleh ere globalisasi. Bayangkan jika generasi muda nantinya menggunakan bahasa Indonesia yang tidak benar dan cenderung lebih memilih bahasa lain, jika yang mereka gunakan bahasa Inggris memang bagus tapi bagaimana jika mereka menggunakan bahasa buatan mereka sendiri yang aneh dan acak-acakan sekarang saja muncul banyak versi bahasa yang disebut bahasa ALAY. Lama-kelamaan generasi muda ini mungkin akan menyepelekan aturan penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar akhirnya mereka tidak memiliki kemempuan untuk menulis berbagai penulisan yang bersifat formal atau harus baku seperti Karya Ilmiah.
Oleh karena itu sudah seharusnya kita menjaga peranan dan fungsi Bahasa Indonesia tetap sebagaimana mestinya. Cukup dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam berbicara sehari-hari tidak perlu baku namun cukup pantas untuk di dengar atau saat menulis pesan atau status di media sosial tidak menggunakan (jangan terlalu sering) singkatan yang aneh dan tidak teeratur ukurannya (ALAY).


Sumber :


Thursday, 19 June 2014

TULISAN TOU2 minggu ke-4

Pada posting sebelumnya kita telah membahas mengenai Warna dan Psikologi dan Musik dan Psikologi, pada posting kali ini masih dengan topik yang sama saya akan memcoba untuk membahas efek psikologi jika kita memiliki hewan peliharaan. Hewan peliharaan bukan sekedar hiasan yang lucu ataupun cantik mereka memiliki kemampuan yang unik dengan melihat tingkah lucunya yang sebenarnya hanya hal yang biasa tapi itu mampu membuat kkita merasa asik, bahagia, tenang bahkan dapat menghilangkan rasa takut ataupun kegelisahan. Berikut sedikit penjelasan mengenai hewan peliharaan dan psikologi.



HEWAN PELIHARAAN dan PSIKOLOGI

Sebuah studi di Amerika menunjukkan, kepemilikan binatang peliharaan memberikan sumbangan besar terhadap terapi dan rehabilitasi untuk orang dewasa dan mengurangi risiko penyakit mental yang serius. Adanya bintang peliharaan, membuat kita merasa selalu ada yang menemani dan mendorong interaksi sosial yang baik untuk kesehatan mental. Selain itu, banyak manfaat psikologis lain yang bisa kita dapatkan dari memelihara hewan. Berikut ini point-pointnya.



Pembangkit Mood Alami.

Hanya membutuhkan waktu 15 sampai 30 menit bersama dengan anjing atau kucing, atau menonton ikan berenang maka perasaan cemas dan stres akan berkurang. Tubuh benar-benar mengalami perubahan fisik yang membuat suasana hati ikutberubah. Tingkat kortisol (hormon yang berhubungan dengan stres) bisa menurun. Sedangkan produksi serotonin (zat kimia yang terkait dengan perasaan senang) bisa meningkat. Bagi penderita dementia Alzheimer, hewan peliharaan mampu meningkatkan perasaan bahagia.

Mengatasi Depresi.

Mereka yang memiliki hewan peliharaan biasanya lebih jarang merasakan depresi, Mengapa demikian? Ternyata bermain dengan hewan peliharaan mampu menurunkan tingkat stres.Terapis umumnya merekomendasikan hewan peliharaan sebagai salah satu cara menangani depresi. Tidak ada yang lebih mencintai Anda tanpa syarat daripada hewan peliharaan Anda. Selain itu, hewan peliharaan merupakan pendengar yang baik. Membelai kucing atau anjing juga memiliki efek menenangkan. Merawat, berjalan-jalan, bermain dengan hewan peliharaan merupakan cara menghabiskan waktu yang baik dan menyenangkan.

Menambah Interaksi,

Mengurangi Isolasi. Salah satu kunci untuk pikiran yang sehat adalah terlibat dengan orang lain. Dan pemilik hewan peliharaan memiliki kecenderungan untuk ingin berbicara dengan pemilik hewan peliharaan lainnya. Orang akan berhenti dan berbicara dengan Anda ketika mereka melihat Anda berjalan dengan hewan peliharaan. Selain itu, jika Anda kurang percaya diri dalam pergaulan, pembicaraan mengenai hewan peliharaan merupakan topik pembuka yang sangat baik.

Bekerjasama dengan Terapis.

Beberapa terapis kesehatan mental menggunakan anjing dalam terapi. Seekor anjing di kantor terapis dapat membantu seseorang menjadi lebih nyaman. Seorang terapis bercerita tentang pasangan suami istri yang bertengkar di kantornya. Anjing yang biasanya hanya tidur selama sesi, langsung bangkit dan ingin keluar. Dia menggunakannya untuk membantu pasangan melihat bagaimana pertempuran mereka mempengaruhi orang lain, terutama anak-anak mereka.

Meningkatkan Kelancaran Membaca.

Sebuah studi menemukan bahwa hewan peliharaan membantu anak-anak untuk membaca lebih baik. Sebuah penelitian menyatakan anak-anak yang membacakan buku di depan binatang peliharaan mereka menunjukkan adanya peningkatan kelancaran membaca. Selain itu, psikiatri Anak dan Remaja mengatakan hewan peliharaan juga dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan komunikasi non-verbal. Beberapa ahli mengatakan anak yang tumbuh dengan hewan peliharaan memiliki IQ lebih tinggi dan kecerdasan emosional.




Dengan kemampuan tersebut hewan peliharaan ternyata mampu membantu proses penyembuhan para penderita kejiwaan seperti : 

Mengatasi ADHD (Hiperaktif).

Anak-anak dengan ADHD bisa mendapatkan manfaat dengan menjaga hewan peliharaan. Ikut merawat hewan peliharaan membantu anak belajar mengatur rencana dan bertanggung jawab. Bermain dengan hewan peliharaan adalah cara terbaik untuk melepaskan kelebihan energi. Artinya mereka akah lebih mudah jatuh tertidur ketika waktu tidur. Dan karena ikatan antara hewan peliharaan dan anak adalah cinta tak bersyarat, hewan peliharaan membantu anak-anak dengan ADHD belajar tentang harga diri.

Membantu Autisme.

Bagi anak yang menderita autisme, dalam kegiatan sehari-harinya terutama yang melibatkan keadaan sosial baru, merupakan hal yang sangat sulit bagi mereka. Namun hewan dengan mudah menarik perhatian anak-anak autis. Sebuah penelitian menemukan bahwa binatang peliharaan dapat menurunkan tingkat stres dan kecemasan anak autis. 

Sumber :

LA LABSI minggu ke-4

Minggu ke-4 kami riview semua materi yang telah dibahas untuk persiapan ujian pada minggu berikutnya. Berikut hasil LA terakhir sebelum ujian :)

LISTING PROGRAM





OUTPUT PROGRAM





LOGIKA PROGRAM

#include<stdio.h>      : untuk mengaktifkan perintah I/O standar seperti printf() dan scanf().
int main()                    : titik awal dan titik akhir eksekusi program.
{                                   : awal tubuh fungsi sekaligus awal eksekusi fungsi.
Int a,b,c                      : untuk menyatakan tipe data integer/bilangan bulat pada variabel a,b,c
For(a=0;a<=4;a++)    : a memiliki nilai = 0 dan apabila a kurang dari atau sama dengan 4 maka variabel a akan melakukan nilai meningkat.
For(b=a;b>=0;b--)    : b memiliki nilai = a dan apabila b lebih dari atau sama dengan 0, maka variabel b akan melakukan nilai menurun.
c=b+1                       : melakukan perhitungan b+1
Printf(“%d”,c)         
Printf(“\n”)
Untuk mencetak variabel c yang akan berbentuk segitiga
For(a=5;a>=1;a--)     : a memiliki nilai = 5 dan apabla a lebih dari atau sama dengan 1 maka variabel a akan melakukan nilai menurun.
For(b=a;b>=1;b--)    : b memiliki nilai = a dan apabila b lebih dari atau sama dengan 1, maka variabel j akan melakukan nilai menurun.
Printf(“%d”,b)            
Printf(“\n”)
Untuk mencetak variabel b yang akan berbentuk segitiga

return Ø                     : return value pada fungsi main berguna untuk memberitahukan sistem operasi bahwa program tersebut sukses dilaksanakan atau tidak.
}                                  : akhir tubuh fungsi sekaligus adalah akhir eksekusi program.

Wednesday, 18 June 2014

TUGAS TOU2 minggu ke-4

Pada minggu ke-4 ini membahas mengenai berbagai inovasi-inovasi baru yang kreatif. Berikut salah satu artikel yang saya dapatkan tentang inovasi baru yang di temukan oleh para mahasiswa UGM.

Mahasiswa UGM Temukan Teknologi Pemanen Kabut

Ada fenomena krisis air di daerah ketinggian yang kerap berkabut.



ddd

Candi Borobudur berselimut kabut diabadikan dari bukit Puntuk Setumbu Magelang
Candi Borobudur berselimut kabut diabadikan dari bukit Puntuk Setumbu Magelang(Antara/ Anis Efizudin)
VIVAnews - Kekeringan dalam jangka panjang memunculkan krisis air. Kondisi ini tidak hanya terjadi di wilayah Indonesia timur saja, tetapi juga di berbagai daerah Indonesia lainnya termasuk di daerah dataran tinggi.


Salah satu dataran tinggi yang kerap kekurangan air bersih misalnya Dusun Ngoho, Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ketika musim kemarau tiba, sumur-sumur warga dusun terluar dari Kabupaten Semarang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Temanggung ini dapat dipastikan tidak mengeluarkan air, bahkan mengering.

Sementara dari hasil penelitian yang pernah dilakukan Badan Geologi Jawa Tengah, untuk mengatasi kekeringan dengan membuat sumur artesis sedalam 200 meter. Sayangnya, penggalian pun tidak membuahkan hasil yang memadai sehingga masyarakat masih harus bersusah payah mendapatkan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun pertanian.

Sementara di sisi lain, Dusun Ngoho yang berada di dataran tinggi Ungaran ini memiliki potensi kabut yang cukup tinggi yang sebenarnya bisa digunakan untuk mengurangi krisis air di wilayah tersebut. Kabut hampir setiap harinya muncul meskipun di saat kemarau. Hanya saja potensi yang ada belum dimanfaatkan karena kendala teknologi.

Melihat kenyataan itu, sejumlah mahasiswa Program Studi Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada yaitu Aditya Riski Taufani, Puji Utomo, Taufiq Ilham Maulana, dan Musofa tergerak untuk membantu mengatasi masalah krisis air yang melanda warga Dusun Ngoho dengan menerapkan teknologi pemanen kabut. Teknologi yang diterapkan dapat digunakan untuk menangkap dan mengumpulkan air dalam kabut sehingga bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Melalui teknologi ini diharapkan dapat mengatasi kekeringan di musim kemarau yang terjadi di Dusun Ngoho,” kata Aditya, ketua tim pengembang pemanen kabut di Kampus UGM, dalam siaran pers Kamis 11 April 2013.

Pengembangan teknologi pemanen kabut lahir dari Progam Kreatifitas Mahasiswa (PKM) bidang Penelitian 2013 yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Fatchan Nurrochmad, M.Agr., mereka pun memulai mengembangkan teknologi pemanen kabut sejak bulan Februari lalu.

Cara Kerja Sederhana

Aditya menuturkan teknologi pemanen kabut yang dikembangkan sangat sederhana, hanya berbentuk jaring dari poliprofilen berbahan plastik yang ditopang dengan dua tiang penyangga. Alat pemanen kabut ini bekerja secara manual sebagi penjerat atau penangkap kabut. Kabut di udara yang tertangkap jaring kemudian dialirkan melalui paralon yang selanjutnya ditampung dalam jerigen. “Alat yang kami kembangkan ini cukup sederhana dan sangat ekonomis sehingga sangat memungkinkan diproduksi masyarakat secara massal,” ujarnya.

Dari hasil penelitian yang dilakukan sejak Februari silam, dari 1 buah instalasi pemanen kabut bisa diperoleh seitar 1,5 hingga 3 liter air setiap harinya. Sementara sampai saat ini Puji dan kawan-kawan baru memasang dua instalasi pemanen kabut sebagai pilot project untuk menentukan seberapa besar debet air yang bisa dikumpulkan setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kendati begitu, ia tetap optimis ke depan jika sudah banyak terpasang instalasi pemanen kabut, air yang didapat bisa dipakai untuk mencukupi kebutuhan warga setempat. “Kami optimistis teknologi ini akan menuai keberhasilan unutk mengumpulkan air dari kabut dalam jumlah besar sehingga diharapkan tidak ada lagi kasus kekeringan di Dusun Ngoho ini dan juga bisa menjadi alternatif penyelesaian masalah kekeringan di wilayah Indonesia lainnya.”

Ke depan, empat sekawan ini berencana mengembangkan teknologi pemanen kabut dengan menggunakan mesin. Mesin dimanfaatkan untuk menyedot kabut yang ada sehingga diharapkan bisa dapat mengumpulkan kabut dalam jumlah yang lebih besar, tidak seperti saat menangkap kabut secara manual. “Sehingga tidak lagi tergantung pada kabut yang lewat jaring saja,” ujar Puji. (umi)

Monday, 16 June 2014

LA LABSI minggu ke-3 "PERULANGAN LINUX WITH C"

Minggu ke-3 labsi kami membahas materi perulangan linux with c berupa fungsi perulangan for  bersarang. Pada posting kali ini saya mencoba untuk berbagi LA yang saya kerjakan berikut hasil akhirnya.

LISTING PROGRAM
1.

2.


3.

4.

5.





OUTPUT PROGRAM






LOGIKA PROGRAM


1.
· #include <stdio.h>
Compiler utama program

· int main ()
{
Pembuka program

· int a,b ;
variabel a dan b adalah bilangan integer

· for(a=1; a<=5; a++) {
a memiliki nilai = 1 dan apabla a kurang dari atau sama dengan 5 maka variabel a akan melakukan nilai meningkat.

· for(b=1; b<=a; b++) {
b memiliki nilai = 1 dan apabla b kurang dari atau sama dengan variabel a, maka variabel b akan melakukan nilai meningkat.

· printf("*");
}
printf("\n");
}
Output bintang berbentuk segitiga.


· return 0;
}
mengakhiri program.

2.
· #include <stdio.h>
Compiler utama program

· int main ()
{
Pembuka program

· int a,b ;
variabel a dan b adalah bilangan integer

· for(a=1; a<=5; a++) {
a memiliki nilai = 1 dan apabla a kurang dari atau sama dengan 5 maka variabel a akan melakukan nilai meningkat.

· for(b=1; b<=a; b++) {
b memiliki nilai = 1 dan apabla b kurang dari atau sama dengan variabel a, maka variabel b akan melakukan nilai meningkat.

· printf("%d", b);
}
printf("\n");
}
Untuk mencetak variabel dari b yang nantinya akan berbentuk segitiga

· return 0;
}
mengakhiri program.


3.
· #include <stdio.h>
Compiler utama program

· int main ()
{
Pembuka program

· int a,b ;
variabel a dan b adalah bilangan integer

· for(a=5; a>=1; a--) {
a memiliki nilai = 5 dan apabla a lebih dari atau sama dengan 1 maka variabel a akan melakukan nilai menurun.


· for(b=a; b>=1; b--) {
b memiliki nilai dari variabel a dan apabla b lebih dari atau sama dengan 1, maka variabel b akan melakukan nilai menurun.

· printf("%d", b);
}
printf("\n");
}
mencetak variabel dari b yang nantinya akan berbentuk segitiga

· return 0;
}

Merupakan perintah untuk mengakhiri program.


4.
· #include <stdio.h>
Compiler utama program

· int main ()
{
Pembuka program

· int a,b ;
variabel a dan b adalah bilangan integer


· for(a=5; a>=1; a--) {
a memiliki nilai = 5 dan apabla a lebih dari atau sama dengan 1 maka variabel a akan melakukan nilai menurun.


· for(b=1; b<=a; b++) {
b memiliki nilai sama dengan 1 dan apabla b kurang dari atau sama dengan variabel a, maka variabel b akan melakukan nilai meningkat.

· printf("%d", b);
}
printf("\n");
}
mencetak variabel dari b yang nantinya akan berbentuk segitiga

· return 0;
}
Merupakan perintah untuk mengakhiri program.


5.
· #include <stdio.h>
Compiler utama program

· int main ()
{
Pembuka program

· int a,b ;
variabel a dan b adalah bilangan integer

· for(a=5; a>=1; a--) {
Statement Pengulangan dimana a memiliki nilai = 5 dan apabla a lebih dari atau sama dengan 1 maka variabel a akan melakukan nilai menurun.


· for(b=1; b<=a; b++) {
Statement Pengulangan dimana b memiliki nilai sama dengan 1 dan apabla b kurang dari atau sama dengan variabel a, maka variabel b akan melakukan nilai meningkat.

· printf("%d ", b);
}
printf("\n");
}
Untuk mencetak variabel dari b yang nantinya akan berbentuk segitia yang diberikan jarak per-loop nya

· return 0;
}
Merupakan perintah untuk mengakhiri program.


Sumber:

http://beoneofheroes.blogspot.com/2014/06/perulangan-looping-dengan-for.html

Sunday, 8 June 2014

LA LABSI minggu ke-2 "KONDISI LINUX WITH C"

Minggu ke-2 labsi kami membahas materi kondisi linux with c berupa fungsi if..else, if bersarang if...else if...else dan switch..case. Pada posting kali ini saya mencoba untuk berbagi LA yang saya kerjakan berikut hasil akhirnya.

LISTING PROGRAM






OUTPUT PROGRAM





LOGIKA PROGRAM

#include<stdio.h>      : untuk mengaktifkan perintah I/O standar seperti printf() dan scanf().
int main()                    : titik awal dan titik akhir eksekusi program.
{                                   : awal tubuh fungsi sekaligus awal eksekusi fungsi.
Int                                : untuk menyatakan tipe data integer/bilangan bulat.
pil,uts,uas,total,nilai   : untuk menyatakan variabel.
printf()                        : untuk menampikan keluaran pada layar.
\n                                 : pada printf() untuk pindah baris, jadi kursor akan pindah 1 baris.
%d                              : pada printf() untuk menampilkan sebuah integer.
scanf()                         : untuk memasukan data dari keybord.
“%d”                          : (pada scanf()) untuk menampilkan sebuah integer.
&                                :(pada scanf()) untuk memanggil variabel, sehingga data yang dimasukkan sesuai dengan variabelnya.
switch...case               : pernyataan yang dirancangan khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif penyelesaian.
Switch(pil)                   : menyatakan pengambilan keputusan berdasarkan nilai yang ada pada variabal pil.
Case 1,2 dan 3            : untuk menjalan kan pilihan 1,2 dan 3.
Statement case 1        : perhitungan nilai ini menggunakan fungsi standar printf dan scanf serta perhitungan sederhana.
Statement case 2        : keterangan kelulusan, menggunakan fungsi if...else.
Statement case 3        : keterangan bobot nilai, menggunakan fungsi if bersarang if...else if....if
break                          : memberhentikan program yang sudah selesai di eksekusi, apabila tidak dituliskan perintah break, maka program akan terus berjalan.
default                        : dieksekusi saat nilai pil tidak ada, dalam progaram hanya ada pil 1,2 dan 3 jika melakukan pil 4 dll maka akan di tampilkan tidak ada pilihan
return Ø                     : return value pada fungsi main berguna untuk memberitahukan sistem operasi bahwa program tersebut sukses dilaksanakan atau tidak.
}                                  : akhir tubuh fungsi sekaligus adalah akhir eksekusi program.