Saturday, 27 December 2014

KERANGKA KARANGAN DAN PENULISAN KARYA ILMIAH

KERANGKA KARANGAN

PENGERTIAN

Kerangka karangan adalah rencana teratur tentang pembagian dan penyusunan gagasan. Kerangka karngan yang belum final disebut outline sementara sedangkan kerangka karangan yang sudah tersusun rapid an lengkap disebut outline final.
Sebelum membuat kerangka karangan perlu kita susun selangkah agar tujuan awal kita dalam menulis tidak hilang atau melebar di tengah jalan.karangka karangan menguraikan tiap topik atau masalah menjadi beberapa bahasan yang lebih fokus dan terukur.kerangka belum tentu sama dengan daftar isi,atau uraian per bab.Kerangka ini merupakan catatan kecil yang sewaktu-waktu dapat berubah dengan tujuan untuk mencapai tahap yang sempurna.

MANFAAT KERANGKA KARANGAN
  1. Kerangka karangan akan mempermudah pengarang menuliskan karangannya,dan dapat mencegah pengarang mengolah suatu ide sampai 2 kali,serta mencegah pengarang keluar dari sasaran yang telah di tetapkan.
  2. Kerangka karangan akan membantu pengarang mengatur atau menempatkan klimaks yang berbeda-beda di dalam karangannya. Bila kerangka karangan telah tersusun rapi,berarti separuh karangan sudah “selesai” karena semua ide sudah dikumpul,dirinci dan diruntun dengan teratur.pengarang tinggal menyusun kalimat-kalimat saja untuk “membunyikan” ide dan gagasannya.
  3. Kerangka karangan merupakan miniatur dari keseluruhan karangan.melalui kerangka karangan ,pembaca dapat melihat intisari ide serta struktur suatu karangan.


MACAM DAN BENTUK KERANGKA KARANGAN
Kerangka karangan ada dua macam:
  • Kerangka topic

Kerangka topic terdiri atas kata,frasa,atau klausa yang di dahului tanda-tanda atau kode tertentu yang lazim untuk menyatakan hubungan antara gagasan. Tanda baca akhir (titik)tidak di perlukan karena tidak di pakainya kalimat lengkap. Dan biasanya kerangka topic sering di gunakan dalam praktik pemakaian.
  • Kerangka kalimat

Kerangka kalimat bersifat resmi, berupa kalimat lengkap. Pemakaian kalimat lengkap menunjukan diperlukannya pemikiranyang lebih luas dari padayang dituntut dalam kerangka topic.

FUNGSI KERANGKA KARANGAN:
Fungsi utama kerangka karangan adalah mengatur hubungan antara gagasan yang ada.Dan fungsi lain dari kerangka karangan sebagai berikut;
  1. Memudahkan pengelolaan susunan karangan agar teratur dan sistematis.
  2. Memudahkan penulis dalam menguraikan setiap permasalahannya
  3. Membantu menyeleksi materi yang penting maupun yang tidak penting

POLA PENYUSUNAN KERANGKA KARANGAN
POLA ALAMIAH
Disebut pola alamiah karena memakai pendekatan berdasarkan factor alamiah yang esensial. Pola alamiah mengikuti keadaan alam yang berdimensi ruang dan waktu.  Urutan unit-unit dalam kerangka pola alamiah dapat di bagi menjadi 2,yaitu;
A.      Urutan Ruang
Urutan ruang dipakai untuk mendeskripsikan suatu tempat atau ruang. Umpamanya kantor, gedung, lokasi/wilayah tertentu.
-Contoh bagian karangan yang memakai urutan ruang.
Topic : Laporan Lokasi Banjior di Indonesia
1.      Banjir di Pulau Jawa
1.      Banjir di Pulau Tengah
1.      Daerah Semarang
2.      Daerah Pekalongan
2.      Banjir di Jawa Barat
1.      Daerah Ciamis
2.      Daerah Garut
2.      Banjir di …
B.       Urutan Waktu
Urutan waktu di pakai untuk menerasikan (menceritakan) suatu peristiwa/kejadian,baik yang berdiri sendiri maupun yang merupakan rangkaian peristiwa.
-contoh kerangka karangan yang memakai urutan waktu
Topic : Riwayat Hidup Rabindranath Tagore
1.      Jatidiri Rabindranath Tagore
2.      Pendidikan Rabindranath Tagore
3.      Karier Rabindranath Tagore
4.      Akhir Hidup Rabindranath Tagore
Berdasarkan kerangka di atas dapat dibuat karangan singkat yang terdiri atas satu alenia; dapat diperluas menjadi empat alinea; dapat diperluas lagi menjadi empat bab; bahkan menjadi satu buku. Begitulah pentingnya membuat kerangka karangan sebelum mengarang.

POLA LOGIS
Dinamakan pola logis karna memakai pendekatan berdasarkan jalan pikir atau cara pikir manusia  yang selalu mengamati sesuatu berdasarkan logika.
Adapun macam-macam urutan logis adalah klimaks-antiklimaks,sebab-akibat, pemecahan masalah, dan umum-khusus. Dan di bawah ini sebagai contoh:
Contoh  1. (urutan klimaks)
Topik : Kejatuhan Soeharto
I.    Praktik KKN marajalela
II.   Keresahaan di dalam Masyarakat
III.  Kerusuhan Sosial di Mana-mana
IV.  Tuntutan Reformasi Menggema
1.      Kejatuhan yang Tragis
Contoh 2 (Urutan Sebab-Akibat)
topik : pemukiman Tanah Tinggi Terbakar
1.      Kebakaran di Tanah Tinggi
2.      Penyebab Kebakaran
3.      Kerugian yang Diderita Masyarakat dan Pemerintah
4.      Rencana Rehabilitas Fisik
Contoh 3 (Ururtan Pemecahan Masalah)
Topik : Bahasa Ecstasy dan Upaya Mengatasinya
1.      Apakah Ecstasy
2.      Bahaya Ecstasy
Pengaruh Ecstasy terhadap Syaraf Pemakainnya
Pengaruh Ecstasy terhadap Masyarakat
Gangguan Kesehatan Masyarakat
Gangguan Kriminalitas
1.      Upaya Mengatasi Bahaya Ecstasy
2.      Kesimpulan dan Saran
Contoh 4 (Urutan Umum-Khusus)
Topik : Komunikasi Lisan
I. Komunikasi dan Bahasa
A. Bahasa Lisan
B. Bahasa Tulis
II. Komunikasi Lisan dan Perangkatnya
A. Kemampuan Kebahasaan
1. Olah Vokal
2. Volume dan Nada Suara
B. Kemampuan Akting
1. Mimik Muka
2. Gerakan Anggota Tubuh
III. Praktik Komunikasi Lisan …
Dst.

TAHAPAN DALAM MENYUSUN KERANGKA KARANGAN:
  1. Mencatat gagasan.Alat yang mudah digunakan adalah pohon pikiran(diagram yang menjelaskan gagasan-gagasan yang timbul)
  2. Mengatur urutan gagasan.
  3. Memeriksa kembali yang telah diatur dalam bab dan sub bab.
  4. Membuat kerangka yang terperinci dan lengkap.


TUJUAN MEMBUAT KERANGKA KARANGAN:
  1. Agar karangan tidak menyimpang dari tema yang di tentukan.
  2. Agar pokok pikiran-pokok pikiran tersusun secara urut dan rapi.
  3. Agar tidak ada pokok pikiran yang kontradiktif dalam karangan.


BAGIAN KERANGKA KARANGAN DALAM MENULIS
Pada dasarnya kerangka karangan terdiri dari bagian pembukaan,isi,dan penutup.pada bagian pembukaan,dirumuskan secara ringkas latar belakang pentingnya suatu tema dibahas.bagian isi memuat point-point pokok pikiran yang akan di tulis,sedangkan pada bagian penutup berisi kesimpulan dan atau saran-saran.
  • Pendahuluan

Bagian pendahuluan adalah  bagian yang menjelaskan tema yang akan diterangkan pada karya tulis tersebut secara padat,jelas dan ringkas kepada para pembaca.
  • Puncak/klimaks

Bagian klimaks adalah bagian di mana konflik cerita yang terjadi di antara tokoh-tokoh muncul. Kejadian dalam konflik biasa bermacam-macam bentuknya mulai dari yang ringan sampai yang rumit,dari yang sekali hingga yang berkali-kali dan lain sebagainya
  • Penyelesaian

Bagian penyelesaian adalah bagian yang berisi jawaban penyelesaian dari konfla gaya bahasa yang menarikk dalam cerita. Kesimpulan akhir cerita bisa berakhir bahagia dan bias pula berpikir tragis.
Tambahan
-Membuat Kararangan Karya Sastra yang Baik :
a. jelas dan padat bahasanya serta gaya bahasa yang menarik
b. judul cerita yang menarik untuk menarik perhatian
c. judul dengan isi tulisan harus sesuai dan nyambung

MENGEMBANGKAN KERANGKA KARANGAN

Proses pengembangan karangan tergantung sepenuhnya pada penguasaan terhadap materi yang hendak kita tulis, jika benar-benar memahami materi yang baik, permasalahan dapat diangkat dengan kreatif, mengalir dan nyata. Terbukti pula kekuatan bahan materi yang kita kumpulkan dalam menyediakan wawasan untuk mengembangkan karangan juga jangan sampai menumpuk dengan pokok permasalahan yang lain. Untuk itu pengembanganya harus sistematis, dan terarah. Alur pengembangan juga harus di susun secara teliti dan cermat. Semakin sistematis, logis dan relevan pada tema yang di tentukan, semakin berbobot pula tulisan yang dihasilkan.

PENULISAN KARYA ILMIAH

PENGERTIAN

Karya ilmiah atau karangan ilmiah atau scientific paper adalah sebuah laporan yang secara tertulis dan diterbitkan dengan memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau dalam sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Atau karya ilmiah ini dapat diartikan sebagai karangan yang mengungkapkan buah pikiran hasil pengamatan, dalam bidang tertentu dengan sistematika penulisan bersantun bahasa yang kebenarannya dapat dipertanggung jawabkan.
Menurut Munawar Syamsudin (1994), tulisan ilmiah adalah naskah yang membahas suatu masalah tertentu, atas dasar konsepsi keilmuan tertentu, dengan memilih metode penyajian tertentu secara utuh, teratur dan konsisten. Menurut Suhardjono (1995), tidak semua karya tulis merupakan karya tulis ilmiah. Ilmiah artinya mempunyai sifat keilmuan.
Adapum jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium atau paper, artikel ilmiah, naskah publikasi, tugas akhir, skripsi, tesis, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.
TAHAP PENULISAN KARYA ILMIAH
A. Tahap Persiapan
Di dalam tahap ini ada beberapa tahap yaitu :
  1. Menemukan masalah atau mengajukan masalah yang akan dibahas dalam penelitian (didukung oleh latar belakang, identifikasi masalah, batasan, dan rumusan masalah).
    Menentukan  Tema
    • Tema terbentuk berdasarkan satu topik yang akan dibahas. Topik haruslah berupa tesis.
    • Tema ditentukan lebih dahulu sebelum topik karena ruang lingkupnya lebih luas dan abstrak
    • Pokok masalah yang ditentukan sebelum menyusun karangan
    • Tesis adalah pernyataan yang didalamnya terdapat tema karangan
 Dalam pemilihan masalah/topik juga mempertimbangkan beberapa hal :
§  Harus topik yang paling menarik perhatian.
§  Terpusat pada segi lingkup yang sempit dan terbatas.
§  Memiliki data dan fakta yang obyektif.
§  Harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya, meskipun serba sedikit.
§  Harus memiliki sumber acuan / bahan kepustakaan yang dijadikan referensi.

Dalam pembatasan topik/penentuan judul harus memperhatikan beberapa hal berikut :
§  Pembatasan topik harus dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah.
§  Penentuan judul dapat dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah / setelah penulisan karya ilmiah selesai. Penentuan judul karya ilmiah : pertanyaan yang mengandung unsur 4W+1H yaitu What (apa), Why (mengapa), When (kapan), Where (dimana) dan How (bagaimana).
  1. Menentukan Tujuan
Dalam penulisan, tujuan merupakan pedoman dalam menyusun karangan maupun mencari bahan dan data yang diperlukan. Setiap penulis memiliki tujuan tertentu sehubungan dengan kegiatan menulisnya. Misalnya untuk mempengaruhi, meyakinkan, memberi informasi, menceritakan, dan sebagainya.
  1. Mengumpulkan Bahan/Data
    • Bahan dapat diperoleh melalui apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dialami, dibantu dengan membaca dan daya khayal.
    • Bahan dan data yang sudah terkumpul diinventariskan dan diseleksi untuk disusun menjadi kerangka karangan.
  2. Mengembangkan kerangka pemikiran yang berupa kajian teoritis
Kerangka karangan adalah Garis besar karangan yang memuat pokok pikiran.
Disusun berdasarkan :
    • Urutanwaktu
    • Urutan peristiwa
    • Urutan penting
    • Urutan tidak langsung
    • Urutan tempat
Fungsi dari membuat kerangka karangan :
    • Mempermudah dalam penyusunan karangan
    • Menyusun karangan secara teratur
    • Menghindari penggunaan kalimat atau pokok pikiran yang berulang
    • Miniatur dari seluruh karangan
Pola Penyusunan kerangka karangan :
Mengajukan hipotesis atau jawaban atau dugaan sementara atas penelitian yang akan dilakukan.
    • Pola Alamiah berdasarkan faktor alamiah
    • Pola Logis berdasarkan jalan pikiran
Mengembangkan Kerangka Karangan
Yang perlu diperhatikan adalah bahasa, susunan Isi, dan susunan pengutaraan.
  1. Hipotesis  perlu dikembangkan agar kita bisa memberikan jawaban sementara terhadap masalah yang kita angkat. Ini penting untuk kita lakukan agar kita bisa menyajikan berbagai alternatif pemecahan masalah yang kita hadapi. Hipotesis untuk kepentingan karya tulis ilmiah ini tidak harus dirumuskan secara formal seperti pada karya tulis penelitian. Fungsi utama hipotesis dalam karya tulis ilmiah ialah untuk mengarahkan imajinasi ilmiah kita agar bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi jika kita berupaya memecahkan permasalahan yang kita hadapi dengan pendekatan-pendekatan tertentu.
  2. Metodologi (mencakup berbagai teknik yang dilakukan dalam pengambilan data, teknik pengukuran, dan teknik analisis data)
Adapun Tahap Pengumpulan data :
§  Pencarian keterangan dari bahan bacaan / referensi.
§  Pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah.
§  Pengamatan langsung (observasi) ke obyek yang akan diteliti. Percobaan di laboratorium/ pengujian di lapangan.
B. Tahap Penulisan
Tahap Penulisan merupakan perwujudan tahap persiapan ditambah dengan pembahasan yang dilakukan selama dan setelah penulisan selesai.
Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
I. Bagian Pembuka
  • Cover
  • Halaman judul.
  • Halaman pengesahan.
  • Abstraksi
  • Kata pengantar.
  • Daftar isi.
  • Ringkasan isi.
II. Bagian Isi
II.1 Pendahuluan
  • Latar belakang masalah.
  • Perumusan masalah.
  • Pembahasan/pembatasan masalah.
  • Tujuan penelitian.
  • Manfaat penelitian.
II.2 Kajian teori atau tinjauan kepustakaan
  • Pembahasan teori
  • Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
  • Pengajuan hipotesis
II.3 Metodologi penelitian
  • Waktu dan tempat penelitian.
  • Metode dan rancangan penelitian
  • Populasi dan sampel.
  • Instrumen penelitian.
  • Pengumpulan data dan analisis data.
II.4 Hasil Penelitian
  • Jabaran varibel penelitian.
  • Hasil penelitian.
  • Pengajuan hipotesis.
  • Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.
III. Bagian penunjang
  • Daftar pustaka.
  • Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian.
  • Daftar Tabel
C. Tahap Penyuntingan atau Evaluasi
Tahap penyuntingan dilakukan setelah proses penulisan dianggap selesai. Tahap penyuntingan ini bertujuan untuk :
  • Melengkapi yang kurang.
  • Membuang yang kurang relevan.
  • Menghindari penyajian yang berulang-ulang atau tumpang tindih (overlapping).
  • Menghindari pemakaian bahasa yang kurang efektif, misalnya dalam penulisan dan pemilihan kata, penyusunan kalimat, penyusunan paragraf, maupun penerapan kaidah ejaan.
Di samping itu penyajian juga merupakan tahapan penyuntingan. Teknik penyajian karya ilmiah harus memperhatikan:
  • Segi kerapian dan kebersihan.
  • Tata letak (layout) unsur-unsur dalam format karya ilmiah, misalnya halaman muka (cover), halaman judul, daftar isi, daftar tabel, daftar grafik, daftar gambar, daftar pustaka dan lain-lain.
  • Standar yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah, misalnya standar penulisan kutipan, catatan kaki (foot note), daftar pustaka & penggunaan Bahasa Indonesia sesuai EYD.
Dalam petunjuk teknis penulisan atau pengetikan ini terdiri dari format Jenis dan Ukuran Kertas, Format Jenis dan Tipe Huruf, Pengaturan Ruang Ketikan (lebar margin halaman kertas) , Indensi serta Penomoran Halaman.
1. Jenis dan Ukuran Kertas dalam Skripsi dan Makalah Standar Jenis dan ukuran kertas yang digunakan dalam karya ilmiah terutama penulisan Skripsi dan makalah biasaanya menggunakan kertas HVS putih, dengan berat 80 gram, dengan ukuran A4 (lebar 21 cm serta panjang 29,7 cm)
2. Jenis dan Tipe Huruf
  • Jenis huruf yang biasa digunakan dalam membuat Skripsi dan Makalah yaitu Huruf Times New Roman dengan ukuran 11. Atau juga bisa menggunakan beberapa huruf lain selain times new roman yaitu huruf Book Antiqua ukuran 10, Arial ukuran 10 serta Tahoma ukuran 9.
  • Tinta yang digunakan dalam penulisan Karya Ilmiah Makalah dan Skripsi ini menggunakan warna hitam.
3. Format Pengaturan Ruang Ketikan dan ruang tepi (margin) dalam makalah, skripsi dan laporan Ruang ketikan adalah ruang yang disediakan pada kertaas pengetikan isi makalah / Laporan / Skripsi dan karya ilmiah lainnya. Sedangkan Ruang Tepi adalah ruangan di sekeliling ruang ketikan dan ruang tepi ini harus dikosongkan. Biasanya dikenal dengan lebar margin atas, bawah, kiri serta kanan. Berikut ini pengaturannya :
  • Format Penulisan Skripsi
Ukuran Lebar Ruang Tepi Kiri (margin Kiri) : 2 Cm
Ukuran Lebar Ruang Tepi Kanan (margin Kanan) : 2 Cm
Ukuran Lebar Ruang Tepi atas (margin atas) : 2 Cm
Ukuran Lebar Ruang Tepi bawah (margin bawah) : 2 Cm
  • Format Penulisan Makalah / Laporan Ilmiah lain
Ukuran Lebar Ruang Tepi Kiri (margin Kiri) : 2,5 Cm
Ukuran Lebar Ruang Tepi Kanan (margin Kanan) : 2,5 Cm
Ukuran Lebar Ruang Tepi atas (margin atas) : 2,5 Cm
Ukuran Lebar Ruang Tepi bawah (margin bawah) : 2,5 Cm
Perlu diperhatikan bahwa untuk di tepi margin kanan, baik dalam makalah, skripsi maupun laporan karya ilmiah lainnya jangan mengorbankan kaidah pemotongan kata.
4. Indensi
Indensi memiliki pengertian permulaan pengetikan baris pertama pada setiap paragraf baru. Pengetikan paragraf baru dimulai pada ketukan ke-7.
1.    Format Penomoran Halaman Karya Ilmiah, Makalah dan Skripsi
Penomoran halaman dilakukan pada seluruh halaman yang ada dalam makalah, skripsi serta laporan karya ilmiah lain mulai dari bagaian awal hingga lampiran, kecuali untuk lembar Judul, Lembar pernyataan, lembar pengesahan, lembar persetujuan serta lembar pengesahan tim penguji tidak perlu dilakukan penomoran. Adapun ketentuan penulisan nomor halaman adalah sebagai berikut :
  1. Nomor Halaman untuk bagaian awal ditempatkan ditengah bagian bawah halaman dengan menggunakan huruf Romawi kecil (misalnya : i, ii, iii, dst).
  2. Nomor halaman untuk bagian isi dan lampiran ditempatkan di sudut kanan atas setiap halaman dengan menggunakan angka arab ( misalnya : 1,2,3 dst), kecuali halaman yang membuat awal bab.
  3. Nomor halaman untuk bagian isi yang memuat awal bab ditempatkan ditengah bagian bawah halaman dengan menggunakan angka arab (misalnya 1,2,3, dst)
6 . Penulisan Kata Bilangan Pengejaan, Pemenggalan dan Penyingkatan Kata
  • Penulisan kata bilangan
Semua kata bilangan dari satu sampai sembilan harus ditulis dengan huruf dan tidak boleh diikuti dengan angka dalam kurung. Demikian juga bilangan-bilangan kelipatan sepuluh sampai dengan seratus dan kelipatan seribu ditulis dengan huruf, misalnya : empat puluh, lima puluh, lima ratus, dan lima ribu. Ketentuan-ketentuan diatas berlaku untuk penulisan kata bilangan dalam uraian. Sedangkan untuk nomor rumah, tanggal, nomor telepon, bilangan dalam tabel, bilangan persentase dan nomor halaman, boleh ditulis dengan angka arab.
Bilangan yang terdiri dari empat angka atau lebih ditulis dengan memberikan satu tanda titik menyekat ribuan dan jutaan, misalnya 7.450 , 25.550 , 6.333.059 sedangkan untuk bilangan desimal, digunakan tanda koma (,) sebagai penyekat berlaku. Sedangkan penulisan nama bulan harus dengan huruf.
  • Pengejaan, pemenggalan dan penyingkatan kata harus sesuai dengan kaidah tata bahasa yang berlaku.

7.        Penandatanganan Lembar Persetujuan dan Pengesahan.
Format Penandatanganan Lembar Persetujuan dan Pengesahan biasanya melibatkan para penguji, pembimbing serta Ketua Fakultas, dekan atau kepala Jurusan / Program Studi. Ditulis dengan tinta berwarna hitam serta menggunaka kertas jeruk.
Kutipan
Pengertiannya Pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang pengarang/seorang yang terkenal yang terdapat dalam sebuah buku Fungsinya :
  1. Sebagai landasan teori
  2. Memeperjelas permasalahan yang
  3. dibahas
  4. Memperkuat pendapat yang dibahas

Jenis kutipan
  1. Kutipan langsung
kutipan pendek (kurang dari empat baris)
kutipan panjang (lebih dari empat baris)
  1. Kutipan tak langsung
  2. Kutipan bervariasi

Cara mengutipan
  • Kutipan langsung yang kurang dari empat baris
  • Kutipan langsung yang lebih dari empat baris
  • Kutipan yang ditulis pada catatankaki

Catatan Kaki
Pengertian adalah semua keterangan yang berkaitan dengan uraian (teks) yang ditulis dibagian bawah halaman yang sama.
Tata cara membuat catatan kaki
  • Penomoran
  • Pengunaan singkatan
Singkatan – singkatan itu adalah:
  • Ibid
  • Loc. Cit
  • Op. Cit
Singkatan-singkatan yang lain:
  • C atau Ca dari Circa
  • Cap atau Chap dari Caput
  • Et al. Dari et aliii
  • Et seq dari et seqwens atau et seqwentes
Daftar Pustaka (Bibilografi)
Pengertian adalah sumber yang digunakan sebagai acuan saat menulis karya tulis.
Fungsinya :
  1. Sebagai pertanggung jawaban penulis
  2. Penghargaan terhadap orang yang dijadikan sumber
  3. Indikasi bobot karangan yang dibuat
  4. Membantu pembaca yang tertarik mempelajari lebih lanjut
  5. Melengkapi catatan kaki
  6. Menjelaskan lebih lanjut tentang sumber pustaka

Penulisan Daftar Pustakaa
  • Buku
    nama pengarang
tahun terbit
judul buku
tempat terbit
nama penerbit
  • Majalah dan Surat Kabar
Majalah:
nama pengarang. tahunterbit. judulartikel. tanggal terbit. tempat terbit
Antologi:
nama pengarang. tahun terbit. judul buku. tempat terbit : nama penerbit


SUMBER :

Thursday, 11 December 2014

DIANTARA TIDUR VS HP/GADGET(!)

Pada postingan sebelumnya saya pernah membahas mengenai bahaya tidur yang terlalu lama, kali ini saya akan membahas kebiasaan sebelum tidur bahkan saat tidur. Apalagi kalau bukan benda kecil kesayangan yang hampir 24 jam selalu berada didekat kita HP/GADGET.

Hal apa yang tidak dilakukan tanpa ada HP disisi kita? Hampir apa pun yang kita lakukan kemanapun dimana pun selalu dengan teman tercinta HP. Bahkan di saat kita ingin beristirahat (tidur) kita tidak bisa menjauh dari benda ini. Padahal saat sebelum tidur kita harus memastikan kita menjauh dari benda atau hal yang dapat merusak kualitas tidur kita. Yap benar HP memiliki beberapa dampak buruk bagi kesehatan kita terutama di saat seharusnya tubuh kita beristirahat. Berikut beberapa informasi yang saya temukan dari berbagai sumber.


HP/Gadget merupakan salah satu benda yang memiliki penerangan buatan. Sinar lampu buatan yang dipakai sekarang ini memancarkan cahaya biru ke otak. Hal ini akan meningkatkan produksi melatonin dari otak. Melatonin akan menyebabkan seseorang merasa lebih sulit tidur. Paparan sinar ini akan merangsang retina mata dan hipotalamus di otak yang akan mengontrol jam aktif tubuh manusia untuk tidur atau beraktivitas. Adapun efek negatifnya jika terpapar cahaya biru dari HP sebelum dan saat kita tidur antara lain :

Menyebabkan peningkatan berat badan
Sementara penelitian lainnya dari Northwestern University di Chicago mengatakan bahwa paparan cahaya buatan juga akan menyebabkan peningkatan berat badan. Bahkan, hanya mengisi baterai ponsel di samping tempat tidur saja bisa meningkatkan risiko ini. 
Peningkatan bahaya kesehatan akibat sinar ini disebabkan karena adanya paparan sinar biru. Sinar biru ini termasuk sinar pemberi sinyal tubuh untuk bangun tidur. Akibatnya otak akan memberi isyarat pada tubuh untuk segera bangun dan beraktivitas. 
Penelitian mengungkapkan, paparan sinar biru yang merupakan radiasi dari ponsel selama tiga jam akan meningkatkan produksi melatonin dan menekan hormon ghrelin. Produksi melatonin berlebih akan meningkatkan produksi leptin yang meningkatkan keinginan makan di malam hari.
"Sinar biru dalam jumlah kecil mungkin tidak terlalu berbahaya, tapi hati-hati, otak lebih sensitif terhadap warna sinar ini dibanding warna lainnya. Dan tentu saja ini akan berpengaruh dengan jam aktif tubuh manusia," kata Profesor Horne dari Northwestern University di Chicago. 

Meningkatkan risiko kanker
Sesekali, menggunakan gadget menjelang tidur memang tak masalah. Yang berbahaya adalah saat hal ini dilakukan berulang kali. Hal ini bisa menimbulkan risiko kanker.
Menurut penelitian yang dimuat dalam European Journal of Cancer Prevention, paparan sinar buatan ini akan meningkatkan risiko kanker payudara pada perempuan sebanyak 17 persen. 
Penelitian lainnya juga menemukan bahwa pekerja malam lebih berpotensi lebih tinggi terserang kanker atau tumor payudara karena sering terpapar sinar ini. 
Para peneliti menduga, sinar biru dari lampu buatan ini akan mengurangi produksi melatonin dan meningkatkan produksi hormon estrogen yang memicu kanker payudara. 

Meningkatkan risiko diabetes tipe 2
Sinar lampu buatan yang memancar dari ponsel atau laptop di atas tempat tidur, lampu jalan, atau lampu mobil bukanlah penyebab utama maslaah kesehatan. Nyatanya, lampu dalam rumah juga menjadi penyebab masalah kesehatan.
Penelitian dalam Journal Chronobiology International menemukan bahwa orang berusia lanjut akan lebih mudah terjangkit diabetes tipe dua ketika mereka duduk di bawah lampu terang, empat jam sebelum tidur.
Solusi dari Horne, gantilah lampu terang di rumah Anda dengan yang sedikit redup, jika memungkinkan pilih lampu yang berwarna kemerahan. "Tubuh tidak terlalu sensitif dengan sinar merah," katanya.

Rasa sedih berkepanjangan
Selain jadi susah tidur, sinar lampu ini akan merusak semangat dan stamina Anda di pagi hari. Studi dari Ohio State University menemukan bahwa  sinar berlebihan juga akan memengaruhi mood dan menyebabkan depresi. 

Mengantuk sepanjang hari

Paparan sinar biru di malam hari akan memberi dampak panjang. Saat keesokan harinya, Anda akan mengantuk seharian. 
Hal ini disebabkan karena adanya perubahan metabolisme harian tubuh yang berjalan lebih lambat. Metabolisme yang berjalan lebih lambat ini akan melambatkan waktu aktivitas anda di pagi harinya.
Selain bahaya dari cahaya pada HP, radiasi yang dihasilkan dari benda ini juga berakibat buruk bagi tubuh ketika kita tertidur. Beberapa institusi menyatakan bahwa radiasi dari penggunan HP atau ponsel tidak berbahaya. Dan memang radiasi HP tersebut, yang tergolong gelombang RF, tidak cukup berbahaya. Tapi bukan berarti kemungkinan adanya efek samping tidak ada. Radiasi RF pada level tinggi dapat merusak jaringan tubuh. Radiasi RF punya kemampuan untuk memanaskan jaringan tubuh seperti oven microwave memanaskan makanan. Dan radiasi tersebut dapat merusak jaringan tubuh, karena tubuh kita tidak diperlengkapi untuk mengantisipasi sejumlah panas berlebih akibat radiasi RF. Penelitian lain menunjukkan radiasi non-ionisasi (termasuk gelombang RF) menimbulkan efek jangka panjang.
Nyatanya bukan hanya HP bahkan bahaya yang sama dapat disebabkan oleh Televisi,Laptop dan berbagai alat elektronik di sekitar kita. Karena pada zaman sekarang HP yang paling sering berada di dekat kita, maka sebaiknya kita melakukan beberapa hal untuk mengurangi dampaknya antara lain :

1.      Gunakan headset atau headphone nirkabel (wireless) dengan emitor bluetooth berdaya rendah.
Cara ini menjauhkan pemancar sinyal dari otak di kepala, namun tidak bisa mencegah risiko impotensi selama masih dikantongi di celana. Perangkat bebas genggam nirkabel, misalnyabluetooth juga masih memancarkan radiasinya sendiri meski lebih sedikit.
2.      Usahakan menjauhkan ponsel setidaknya 1 inci/ 2,5 cm dari tubuh Anda.
Jangan terlalu sering meletakan hp dekat ginjal, jantung dan kantung celana. bila ponsel melekat seharian di tubuh Anda, letakkan dengan layar menghadap ke dalam. Bila tak digunakan sebaiknya taruh di tas atau dompet.
3.      Jangan simpan ponsel di kantong baju atau celana
Otak bukan satu-satunya organ tubuh manusia yang terpengaruh oleh radiasi ponsel. Untuk mengurangi risiko tersebut, ada baiknya ponsel disimpan di tas kecil yang bisa dijinjng ke mana-mana. Karena, baru-baru ini ilmuwan Hongaria menyimpulkan, pria yang terlalu sering menyimpan handphone-nya di pinggang atau saku celana akan mengalami masalah kesuburan. Juga bebarapa penelitian membuktikan, radiasi bisa mempengaruhi kualitas sperma pria dan meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita.
4.      Bila memungkinkan, gunakan ponsel dalam kondisi sinyal terkuat.
Semakin lemah sinyal, semakin banyak frekuensi radio yang digunakan agar bisa terhubung.
5.      Kirim SMS saja ketimbang menelepon bila memungkinkan.
Radiasi SMS lebih rendah ketimbang berbicara. Mengirim SMS juga menjauhkan radiasi dari kepala Anda. Radiasi yang dipancarkan saat berkirim pesan singkat lebih sedikit dibandingkan saat menerima atau melakukan panggilan suara. Selain itu, posisi ponsel saat berkirim pesan berada lebih jauh dari kepala dibandingkan saat telepon.
6.      Jangan simpan ponsel di bawah bantal
Meski sedang tidak digunakan, ponsel dalam posisi stand by (tetap menyala) masih memancarkan radiasi agar selalu terhubung dengan jaringannya. Meletakkan ponsel di bawah bantal saat tidur akan mendekatkannya dengan kepala sehingga otak akan terpapar radiasi sepanjang malam.
7.      Jauhkan ponsel dari bayi dan jauh dari perut jika Anda tengah hamil.
Otak janin dan bayi paling rentan terhadap radiasi.
8.      Bacalah petunjuk pengguna untuk mengetahui rincian lebih lanjut dan tindakan pencegahan dari bahaya radiasi.
9.      Kurangi menelpon menggunakan HP dalam gedung.
10.  Kurangi atau jauhkan pemakaian untuk anak-anak.
11.  Gunakan hp yang radiasinya dibawah level kelayakan
12.  Gunakan casing (tutup) antiradiasi

Dari tindakan diatas dapat disempulkan sebaiknya kita mengurangi penggunaan HP saat ingin tidur serta tidak lupa meletakannya di tempat yang cukup jauh atau bahkan dimatikan. Sekian pembahasan mengenai kebiasaan bermain HP sebelum tidur atau bahkan meletakan HP di dekat kepala di saat tidur. Dengan ini semoga kita bisa terhindar dari bahayanya dan memperoleh kualitas tidur yang baik serta mampu beraktifitas sebaik mungkin di keesokan harinya .TERIMA KASIHJ.

SUMBER :

POSISI YANG NYAMAN BAGI LAPTOP(?)

Pada postingan kali ini saya akan membahas mengenai kebiasaan menggunakan laptop. Kebiasaan yang saya bahas bukan untuk apa dan kapan menggunakan laptop, akan tetapi tempat dimana kita menggunakannya lebih tepatnya alas tempat laptop tersebut.

Saat menggunakan laptop sering sekali kita tidak menghiraukan dimana kita meletakan laptop yang terpenting posisi kita nyaman, tentram, damai, sejahterah dan tidak ribet. Ya posisi kita memang nyaman tapi bagaimana dengan posisi laptop sebut saja kondisi kipasnya(?) Hal yang paling terlihat adalah suhu si laptop biasanya sangat panas, tetapi ada hal-hal lain yang belum kita sadari dan akan saya bahas disini.

        

Bagaimana posisi ternyaman anda saat menggunakan laptop(?). Bersandar di dinding, kursi, tempat tidur atau lainnya dan memangku laptop di paha(?). Duduk/tiduran ti sofa atau tempat tidur dan meletakan laptop diatas kasur/bantal(?). Kabar buruknya posisi ini bukanlah posisi yang nyaman bagi laptop dan berikut beberapa tempat lain yang harus dihindari beserta alasan dan solusinya.

Tempat tidur
Menyimpan laptop di tempat yang lembut seperti tempat tidur, dapat menyumbat lubang ventilasi di bagian bawah laptop dan menghambat masuknya udara yang berguna untuk menyejukkan suhu laptop. Sebagai gantinya, gunakan alas khusus laptop, meja, atau setidaknya, buku dengan hardcover untuk melapisi bagian bawah laptop Anda. Intinya, laptop memerlukan permukaan datar untuk menjaga asupan udara dan kestabilan suhu di dalamnya.

Di dekat hewan
Menyimpan laptop di dekat hewan saja sudah berbahaya, apalagi membiarkan hewan peliharaan Anda tidur di atasnya. Bulu-bulu hewan yang rontok dapat beterbangan masuk dan menyumbat lubang ventilasi di bagian bawah laptop. Hasilnya, sistem pendinginan pun terganggu dan dapat menyebabkan overheating.

Lantai
Tak peduli sebersih apapun ruangan Anda, menaruh laptop di lantai itu bahaya besar bagi laptop. Anda tak pernah tahu betapa banyak partikel-partikel mungil serupa debu di lantai yang dapat tersumbat masuk ke dalam lubang ventilasi laptop. Untuk menghindari taruh laptop di tempat yang cukup tinggi dari permukaan lantai, seperti meja atau kursi dengan alas laptop mat atau cooling fan.

Tempat basah
Jangan coba-coba menggunakan laptop sambil minum, apalagi kemudian menyimpan minuman di samping laptop, bisa jadi Anda tidak sadar dan menyenggol dan minuman tumpah pada laptop Anda. Tetesan air dari minuman dapat menimbulkan kerusakan fatal dan konsleting dalam laptop Anda, terlebih jika minumannya tumpah.

Toilet
Anda terlalu sibuk hingga harus mengerjakan pekerjaan Anda hingga ke toilet? Atau Anda maniak internet dan online game, atau hanya sekedar tak ingin mati bosan saat buang air? Buang air sambil baca majalah memang sudah basi, tapi bukan berarti Anda merelakan laptop kesayangan Anda kecipratan air dan mati gosong, kan? Maka jagan lakukan hal konyol yang bisa merusak barang kesayangan Anda

Di dekat asbak
Lebih tepatnya, hindari menggunakan laptop sambil merokok. Asap dan abu rokok dapat menyumbat kipas dalam lubang ventilasi laptop. Asap rokok yang dihembuskan ke arah laptop dapat menyebabkan keyboard menguning. Menaruh asbak di samping laptop juga berbahaya, karena abu rokok yang terbawa angin dapat menyumbat ventilasi dan membuat kinerja laptop Anda menjadi menurun.

Dari beberapa pernyataan tersebut kita dapat mengetahui dampak buruk bagi laptop antara lain:
Panas dari Laptop / Notebook tidak terbuang dengan sempurna yang mengakibatkan panas dari laptop tidak keluar keseluruhan dan panas terjebak mengendap didalam laptop yang akan merusak komponen komponen laptop.
  1. Mesin dari Laptop tersebut lama kelamaan akan semakin panas ( Overheat ) dan mengakibatkan kerusakan pada hardware dari Laptop / Notebook itu sendiri.
  2. Bukan hanya bahaya untuk kondisi laptop akan tetapi juga berbahaya bagi kesehatan kita jika kita menggunakan laptop dengan memangkunya di paha. Beberapa bahaya yang saya dapatkan antara lain :


Dermatitis
Menimbulkan dermatitis, alasanya saat laptop berada di atas pangkuan dalam waktu yang cukup lama, maka akan di di timbulkan rasa hangat yang di hasilkan dari suhu mesin laptop saat menyala lebih lama. Menurut study jurnal Pediatrics, dermatisis pernah di alami oleh seorang bocah usia 12 tahun, karena seringnya menggunakan laptop di atas paha, kulit pada bagian paha bocah tersebut mengalami perubahan warna menjadi lebih kecoklatan karena terpanggang. Selain itu dermatitis juga menimbulkan bintik bintik merah serta rasa sakit.

Berkurangnya jumlah sperma
Jika anda kaum adam, sebaiknya hindari menggunakan laptop di pangkuan. Sebuah riset menyatakan suhu panas yang di timbulkan laptop dapat menurunkan jumlah sperma pada lelaki yang di sebut sebagai hipertermia skrotum.  Bukan hanya berkurang, melainkan kondisi ini juga dapat menimbulkan maslah yang cukup besar di antaranya kemandulan.

Menimbulkan belang di kulit
Kasus lain juga menimpa seorang mahasiswa fakultas hukum virginia. perempuan tersebut semula menilai bahwa warna belang pada bagian pahanya bukanlah masalah besar. Namun setelah dia melihat perubahan setiap hari yang semakin melebar, membuatnya harus berurusan dengan medis. Menurut Dr Kimberley Salkey yang menanganinya, penggunaan laptop selama lebih dari 6 jam/ harinya dapat meningkatkan suhu hingga 50 derajat celcius, dan hal ini yang memicu kerusakan pigmen tersebut. Walaupun untuk jangka pendek bukanlah masalah, namun jika terus di lakukan akan berdampak buruk pada jangka panjangnya, yaitu mengarah kepada kanker kulit.

Nah, demikian pembahasan mengenai tempat menggunakan laptop yang berbahaya. Semoga setelah membaca artikel ini kita mampu mengubah atau setidaknya mengurangi penggunaan laptop yang nyaman bagi kita namun tidak nyaman bagi laptop TERIMA KASIH J.

SUMBER :

Thursday, 20 November 2014

TEH BUKAN TEMAN YANG BAIK UNTUK MAKAN!!!!!????????

Pada postingan kali ini saya akan membahas mengenai bahaya meminum teh di saat makan.



Es teh manis siapa yang sangka minuman wajib yang selalu menemani kita makan dapat berakibat buruk bagi kita. Saya sendiri hampir setiap kali makan di tempat makan umum selalu memesan es teh manis. Saya pernah melihat di acara stasiun TV swasta mengatakan bahwa es teh dapat menghambat penyerapan zat besi dari sayuran yang kita konsumsi. Nah untuk mengetahui lebih jelas maka saya mencari informasi dari berbagai sumber. Berikut hasil pencarian saya.


Bahaya Minum Teh Saat Makan
Dikutip dari vivanews, DR. Dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K) dari Departemen Obstetri Ginekologi FKUI/RSCM di Jakarta, Selasa, 28 Januari 2014 mengatakan:
"Orang Indonesia sering makan ditemani teh manis atau tawar. Padahal teh saat dikonsumsi bersama makanan berat dapat mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh"
Ternyata di dalam teh ada senyawa yang memiliki kemampuan mengikat zat besi cukup tinggi, sehingga tubuh akan kesulitan menyerapnya hingga 60%.
Kekurangan zat besi pada tubuh manusia akan membuat produksi sel darah merah akan berkurang dan dapat menyebabkan anemia. Jika sel darah merah kurang, kerusakan organ tubuh pun bisa terjadi, termasuk otak. Itu sebabnya orang sering pusing saat anemia menyerang. 
Konsumsi teh baru bisa dilakukan satu atau dua jam setelah makan. Sebab, selama waktu itu tubuh telah menyerap sebagian besar nutrisi dalam makanan, khususnya zat besi.

Selain teh, minuman lain yang juga dapat menghambat penyerapan zat besi adalah kopi dan anggur. Keduanya mengandung senyawa yang sama dengan teh. Jika mengonsumsi minuman-minuman itu, zat besi akan langsung dikeluarkan dari tubuh melalui feses.

Demikian ulasan mengenai bahaya minum teh saat makan. Untuk itu sebaiknya minum teh dua jam setelah makan di antara makan pagi dan makan siang, atau di antara makan siang dan makan malam, agar tidak mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh.

Sumber :


Friday, 14 November 2014

TERLALU LAMA TIDUR(?)

TIDUR? merupakan hal sederhana yang sangat dibutuhkan oleh tubuh,saat tubuh kelelahan jelas sudah pasti kita butuh tidur. Lalu bagaimana jika kita terlalu lama tidur?



Saya sendiri sering tidur terlalu lama hampir 12 jam bahkan lebih, biasanya dikarenakan tubuh saya yang terlalu lelah atau pikiran saya yang sedang stres. Akan tetapi keesokan harinya saat bangun tidur bukan kondisi tubuh dan pikiran yang segar tapi malah seharian penuh saya merasa begitu mengantuk dan tidak bisa fokus belajar di kelas.

Kali ini saya mencari tahu bahaya terlalu lama tidur dari berbagai sumber dan berikut diantaranya.

Terlalu banyak tidur atau disebut hypersomnia sebenarnya adalah salah satu kelainan kesehatan. Keadaan ini menyebabkan orang mengalami ngantuk parah di siang hari. Beberapa hal yang bisa menyebabkan hypersomnia adalah alkohol, depresi, minum obat-obatan tertentu, atau juga kelainan tidur lain seperti apnea tidur.
Oleh para peneliti terlalu banyak tidur telah banyak dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti dilansir oleh WebMD berikut ini.
1. Diabetes
Penelitian telah menunjukkan bahwa tidur terlalu lama di malam hari bisa meningkatkan risiko diabetes.

2. Obesitas
Tidur terlalu lama atau terlalu sedikit bisa membuat berat badan bertambah. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur sebanyak sembilan sampaio 10 jam setiap malam memiliki risiko obesitas 21 persen lebih tinggi dibandingkan orang yang tidur tujuh sampai delapan jam setiap malam.

3. Sakit kepala
Bagi beberapa orang yang rentan terkena sakit kepala, tidur lebih lama dari biasanya ketika akhir minggu atau hari libur bisa menyebabkan sakit kepala. Hal ini menurut peneliti disebabkan oleh efek terlalu banyak tidur pada serotonin. Orang yang tidur terlalu lama di siang hari sehingga tak bisa tidur di malam hari juga bisa menderita sakit kepala di pagi harinya.

4. Depresi
Meski insomnia biasanya dikaitkan dengan depresi, namun peneliti mengungkap bahwa 15 persen orang yang mengalami depresi memiliki kebiasaan tidur lebih lama dari biasanya. Tidur lebih lama juga diketahui bisa membuat mereka lebih merasa depresi. Tidur dengan jam yang sama setiap hari secara rutin adalah hal yang penting untuk dilakukan jika tak ingin mengalami depresi.

5. Penyakit jantung
Penelitian yang dilakukan oleh Nurses Health Study pada 72.000 wanita menunjukkan bahwa wanita yang tidur terlalu lama, yaitu sembilan sampai 11 jam setiap malam memiliki risiko terkena penyakit jantung 38 persen lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidur selama delapan jam.

6. Kematian
Beberapa penelitian telah menemukan bahwa orang yang tidur lebih dari sembilan jam setiap malam memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidur selama tujuh sampai delapan jam setiap malam. Belum jelas alasan keterkaitan antara kematian dan tidur terlalu lama, namun peneliti menemukan bahwa depresi dan status ekonomi yang rendah seringkali berkaitan dengan waktu tidur yang terlalu lama dan berimbas pada risiko kematian.

7. Gangguan kardiovaskular 

Sebuah studi yang dilakukan Warwick Medical School pada tahun 2007 menunjukkan bahwa tidur terlalu banyak dapat meningkatkan risiko kematian dini akibat penyakit jantung. 

Dalam studi tersebut, peneliti mengatakan orang yang tidur lebih dari 7 jam setiap malam, maka ia 2 kali lebih mungkin mengalami penyakit jantung, dibandingkan orang yang rutin tidur 7 jam setiap malam.


Lamanya tidur sebenarnya berbeda-beda bagi setiap orang bergantung pada keadaan tubuh, usia, dan kebutuhan masing-masing. Namun umumnya orang dewasa tidur sebanyak tujuh sampai sembilan jam semalam.
Sumber :



Friday, 7 November 2014

MENGANALISA KALIMAT TIDAK EFEKTIF PADA ARTIKEL BERITA

Pada tugas kali ini saya menganalisa kalimat tidak efektif pada koran online(news.detik.com).


Kalimat tidak efektif sering ditemukan dalam kalimat langsung suatu berita, beikut contohnya.





Saya akan mencoba untuk mengubah kalimat tersebut menjadi kalimat efektik.
1.
“Beliau kesana hanya untuk kolsultasi saja, karena irjen memang pengawas internal kami. Untuk melakukan pencegahan dalam rangka reformasi birokasi,” ujar Kapuskom PublikKemhan Brigjen TNI Sisriadi kepada detik.com di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Senin (3/11/2014).

2.
Di kerenakan ada hal yang perlu dirhasiakn mengenai pertahanan negara ini.

3.
“Ketentuan dipublikasikan atau tidaknya disesuaikan dengan 10 kriteria dalam UU No. 14 tahun 2008 dan setelah pengadaan sesuai waktu yang ditentukan. Kalau kita membeli alusista tidak seperti membeli kacang rebus,” kata Jendral Bintang 1 itu.

4.
“ Satu atau dua tahun lagi secara bertahap sudah ada yang datang. Kita sudah mempunyai 20 pesawat F-16 dengan block 25 yang mesinnya block 52. Memang bekas pakai namun hanya cangkangnya saja dan selalu di lakukan pembaharuan sesuai keinginan kita. Block 52 ini setara dengan buatan Amerika,” urainya.

5.
“Saya membicarakan tindak selanjutnya mengenai pemerintahan baru dengan Pak Ketua dan akan membuat MoU dengan KPK mengenai hal itu,” jelas Ismono di gedung KPK Jumat (3/10).

6.
“Tidak semua dapat dipublikasikan karena alutsista tidak boleh diungkap ke masyarakat,” tutur Meoldoko di Surabaya, Sabtu (4/10).

Demikian kalimat yang dapat saya ubah menjadi kalimat efektif. Kalimat ini belum tentu benar karena saya masih dalam tahap belajar. Terima kasih atas kunjungan anda di blog saya semoga bermanfaat.


Sumber :