Tuesday, 27 May 2014

Tugas TOU 2 Minggu ke-3


 Salah satu poin yang di lihat seseorang saat memilih seorang pemimpin adalah sosok karismatiknya. Dengan kata lain sosok yang berkarisma ini memiliki daya tarik yang mampu membuat orang lain menganggapnya lebih mampu dari orang lain. Pada tugas kali ini saya akan menulis tengtang biografi seorang tokoh pemimpin dunia yang memiliki ciri khas atau karismatik yang membuatnya memiliki pengaruh besar dalam revolusioner anti-apartheid.

Nelson Mandela


Nelson Rolihlahla Mandela, lahir di Mvezo, Afrika Selatan, 18 Juli 1918 – meninggal di Johannesburg, Afrika Selatan, 5 Desember 2013 pada umur 95 tahun) adalah seorang revolusioner anti-apartheid dan politisi Afrika Selatan yang menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan sejak 1994 sampai 1999. Ia adalah orang Afrika Selatan berkulit hitam pertama yang memegang jabatan tersebut dan presiden pertama yang terpilih melalui keterwakilan penuh, dalam sebuah pemilu multiras. Pemerintahannya berfokus pada penghapusan pengaruh apartheid dengan memberantas rasisme, kemiskinan dan kesenjangan, dan mendorong rekonsiliasi rasial. Selaku nasionalis Afrika dan sosialis demokratik, ia menjabat sebagai Presiden Kongres Nasional Afrika (ANC) pada 1991 sampai 1997. Selain itu, Mandela pernah menjadi Sekretaris Jenderal Gerakan Non-Blok pada 1998 sampai 1999.

Aktivitas revolusi

Studi hukum dan ANC Youth League: 1943–1949

Saat belajar hukum di University of Witwatersrand, Mandela adalah satu-satunya orang pribumi Afrika di fakultas tersebut, dan meski menghadapi rasisme ia berteman dengan sejumlah mahasiswa Eropa, Yahudi, dan India liberal dan komunis, termasuk Joe Slovo, Harry Schwarz, dan Ruth First. Meski berteman dengan orang non-kulit hitam dan komunis, Mandela mendukung pandangan Lembede, percaya bahwa orang Afrika kulit hitam harus terbebas sepenuhnya dalam perjuangan mendapatkan penentuan nasib sendiri secara politik.
Pada pemilihan umum Afrika Selatan 1948 yang hanya boleh diikuti penduduk kulit putih, Partai Herenigde Nasionale yang didominasi Afrikaner pimpinan Daniel François Malan menang dan bergabung dengan Partai Afrikaner menjadi Partai Nasional. Karena rasialis secara terbuka, partai ini meresmikan dan memperluas segregasi ras melalui undang-undang apartheid yang baru. Semakin meningkat pengaruhnya di ANC, Mandela dan kader-kadernya mulai menyerukan aksi langsung terhadap apartheid, seperti boikot dan mogok, yang dipengaruhi oleh taktik masyarakat India Afrika Selatan. Karena meluangkan waktunya untuk politik, Mandela gagal pada tahun terakhirnya sebanyak tiga kali di Witwatersrand; gelarnya akhirnya ditahan permanen pada Desember 1949.

Defiance Campaign dan Presiden ANC Transvaal: 1950–1954

Mandela menggantikan Xuma sebagai Eksekutif Nasional ANC pada bulan Maret 1950. Pada tahun 1950, Mandela terpilih sebagai presiden nasional ANCYL; di konferensi nasional ANC Desember 1951, ia terus menentang front ras bersatu, sayangnya ia kalah jumlah suara. Pada April 1952, Mandela mulai bekerja di firma hukum H.M. Basner,[68] meski komitmen kerja dan aktivismenya yang meningkat berarti ia menghabiskan lebih sedikit waktunya untuk keluarga. Tahun 1952, ANC memulai persiapan Defiance Campaign gabungan terhadap apartheid dengan kelompok India dan komunis dan mendirikan National Voluntary Board untuk merekrut voluntir.
Tanggal 30 Juli 1952, Mandela ditangkap di bawah UU Pemberantasan Komunisme dan diadili sebagai bagian dari 21 orang terdakwa—termasuk Moroka, Sisulu, dan Dadoo—di Johannesburg. Dinyatakan bersalah karena "komunisme menurut undang-undang", hukuman kerja paksa mereka selama sembilan bulan diperpanjang menjadi dua tahun. Bulan Desember, Mandela dijatuhkan larangan menghadiri pertemuan atau berbicara kepada lebih dari satu orang dalam satu waktu selama enam bulan, sehingga kepresidenan ANU Transvaal-nya menjadi tidak praktis. Pada Agustus 1953, Mandela dan Oliver Tambo membuka firma hukumnya sendiri, Mandela and Tambo, yang beroperasi di pusat kota Johannesburg. Sebagai satu-satunya firma hukum milik orang Afrika di negara itu, firma ini populer di kalangan orang kulit hitam yang merasa dirugikan dan sering menangani kasus kebrutalan polisi.

Kongres Rakyat dan Pengadilan Pengkhianatan: 1955–1961

Dengan keterlibatan South African Indian Congress, Coloured People's Congress, South African Congress of Trade Unions dan Congress of Democrats, ANC berencana mengadakan Kongres Rakyat, meminta semua warga Afrika Selatan mengirimkan proposal untuk zaman pasca-apartheid. Berdasarkan tanggapan-tanggapan ini, Piagam Kebebasan dirancang oleh Rusty Bernstein yang isinya meminta pembentukan negara demokratis non-rasialis disertai nasionalisasi industri besar. Saat piagam ini diadopsi pada konferensi Juni 1955 di Kliptown yang dihadiri 3000 delegasi, polisi membubarkan acara, namun ini tetap menjadi bagian utama ideologi Mandela.
"Kami, rakyat Afrika Selatan, menyatakan kepada seluruh negeri dan dunia:
Bahwa Afrika Selatan adalah milik semua orang yang tinggal di dalamnya, hitam dan putih, dan tak satu pemerintahan pun yang dapat mengklaim kekuasaan kecuali berdasarkan keinginan rakyat."
— Kalimat pembuka Piagam Kebebasan
Pada tanggal 5 Desember 1956, Mandeal ditahan bersama sebagian besar eksekutif ANC karena "pengkhianatan tinggi" terhadap negara. Pada sidang di Penjara Johannesburg yang dipenuhi unjuk rasa massal, mereka menjalani pemeriksaan sementara di Drill Hall tanggal 19 Desember sebelum dibebaskan dengan jaminan.

Umkhonto we Sizwe dan tur Afrika: 1961–1962

Menyamar sebagai sopir, Mandela berkeliling Afrika Selatan secara rahasia dan menyusun struktur sel baru ANC dan mogok kerja massal pada 29 Mei. Dijuluki "Black Pimpernel" di media—mengutip novel Emma Orczy tahun 1905 The Scarlet Pimpernel—polisi mengeluarkan surat perintah penangkapannya. Terinspirasi oleh Gerakan 26 Juli Fidel Castro dalam Revolusi Kuba, pada tahun 1961 Mandela ikut mendirikan Umkhonto we Sizwe ("Tombak Bangsa", disingkat MK) bersama Sisulu dan komunis Joe Slovo. ANC setuju mengirim Mandela sebagai perwakilan mereka di pertemuan Pan-African Freedom Movement for East, Central and Southern Africa (PAFMECSA) Addis Ababa, Ethiopia, Februari 1962.
Di London, Inggris, ia bertemu para aktivis anti-apartheid, wartawan, dan politikus kiri ternama. Di Ethiopia, ia mengikuti kursus perang gerilya selama enam bulan, namun hanya sempat menyelesaikan dua bulan saja sebelum dipanggil pulang ke Afrika Selatan.

Penahanan

Penangkapan dan pengadilan Rivonia: 1962–1964

Pada 5 Agustus 1962, polisi menangkap Mandela dan Cecil Williams dekat Howick. Ditahan di penjara Marshall Square, Johannesburg, ia dituduh menghasut mogok buruh dan ke luar negeri tanpa izin. Tanggal 11 Juli 1963, polisi menggeledah Lilielsleaf Farm, menahan semua orang di sana, dan menyita berkas-berkas aktivitas MK, beberapa di antaranya menyebut nama Mandela. Pengadilan Rivonia langsung diselenggarakan di Mahkamah Agung Pretoria pada tanggal 9 Oktober. Mandela dan rekan-rekannya dituduh empat kali melakukan sabotase dan konspirasi untuk menggulingkan pemerintah.
University of London Union menyerukan agar Mandela menjadi presiden dan misa malam untuknya diadakan di St. Paul's Cathedral, London. Apa daya, karena dianggap penyerobot komunis, pemerintah Afrika Selatan mengabaikan tuntutan-tuntutan tersebut, dan pada 12 Juni 1964 de Wet menetapkan empat tuduhan kepada Mandela dan dua terdakwa dan menjatuhkan vonis penjara seumur hidup, bukan hukuman mati.
Pulau Robben: 1962–1982
Mandela dan terdakwa lainnya dipindahkan dari Pretoria ke penjara di Pulau Robben dan dikurung di sana sampai 18 tahun selanjutnya. Terisolasi dari tahanan-tahanan non-politik di Section B, Mandela ditahan di sel beton lembap berukuran 8 kaki (2.4 m) kali 7 kaki (2.1 m) yang dilengkapi tikar jerami untuk tidur.
Pada 1975, Mandela menjadi tahanan Kelas A, sehingga ia berhak mendapat jatah kunjungan dan surat yang lebih besar; ia menghubungi para aktivis anti-apartheid seperti Mangosuthu Buthelezi dan Desmond Tutu.
Pada akhir 1960-an, ketenaran Mandela dikalahkan oleh Steve Biko dan Black Consciousness Movement (BCM). Menganggap ANC tidak efektif, BCM menyerukan aksi militan, tetapi setelah pemberontakan Soweto tahun 1976 banyak aktivis BCM yang dipenjara di Pulau Robben. Pada Maret 1980, slogan "Free Mandela!" dicetuskan oleh jurnalis Percy Qoboza dan mengawali kampanye internasional yang memaksa Dewan Keamanan PBB menuntut pembebasannya.[146] Walaupun tekanan luar negeri sangat besar, pemerintah menolak dan bergantung pada sekutu Perang Dingin yang kuat seperti Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan dan Perdana Menteri Britania Raya Margaret Thatcher; Thatcher menganggap Mandela teroris komunis dan mendukung penekanan terhadap ANC.

Penjara Pollsmoor: 1982–1988

Bulan April 1982, Mandela ditransfer ke Penjara Pollsmoor di Tokai, Cape Town bersama sejumlah pemimpin senior ANC Walter Sisulu, Andrew Mlangeni, Ahmed Kathrada, dan Raymond Mhlaba; mereka yakin sedang diisolasi demi menghapus pengaruh mereka terhadap aktivis-aktivis muda. Kondisi di Pollsmoor lebih baik ketimbang Pulau Robben, tetapi Mandela merasa rindu camaraderie dan pemandangan pulau tersebut.

Penjara Victor Verster dan pembebasan: 1988–1990

Sepulihnya dari tuberkulosis yang disebabkan kondisi sel yang lembap, pada Desember 1988 Mandela dipindahkan ke Penjara Victor Verster dekat Paarl. Di sini, ia tinggal di rumah sipir yang lebih nyaman dengan koki pribadi; Mandela memanfaatkannya untuk menyelesaikan studi LLB-nya. Diizinkan banyak pengunjung, Mandela melakukan komunikasi rahasia dengan pemimpin ANC yang terasingkan, Oliver Tambo.

Akhir apartheid

Negosiasi pertama: 1990–1991

Mandela melanjutkan tur Afrikanya, bertemu banyak pendukung dan politikus di Zambia, Zimbabwe, Namibia, Libya, dan Aljazair, kemudian ke Swedia untuk reuni dengan Tambo, lalu London, tempat ia tampil di konser Nelson Mandela: An International Tribute for a Free South Africa di Wembley Stadium.
Pada Mei 1990, Mandela memimpin delegasi multirasial ANC dalam negosiasi pendahuluan dengan delegasi 11 pria Afrikaner pemerintah. Pada konferensi nasional ANC Juli 1991 di Durban, Mandela mengakui kekurangan-kekurangan partai ini mengumumkan rencananya untuk membangun "satuan tugas yang kuat dan kokoh" agar memperoleh kekuasaan mayoritas. Di konferensi tersebut, ia diangkat sebagai Presiden ANC, menggantikan Tambo yang sakit, dan eksekutif nasional multigender dan multiras dipilih bersama-sama. Pada bulan September 1991, konferensi perdamaian nasional diadakan di Johannesburg. Mandela, Buthelezi, dan de Klerk menandatangani perjanjian damai, tetapi kekerasan tetap berlanjut.

Diskusi CODESA: 1991–1992

Convention for a Democratic South Africa (CODESA) diselenggarakan bulan Desember 1991 di Johannesburg World Trade Center, dihadiri oleh 228 delegasi dari 19 partai politik. CODESA 2 diadakan bulan Mei 1992. De Klerk memaksa Afrika Selatan pasca-apartheid harus memakai sistem federal dengan rotasi presiden untuk menjamin keselamatan etnis minoritas; Mandela menolaknya dan menuntut sistem kesatuan yang dikuasai kaum mayoritas. Di sana ia meminta agar Dewan Keamanan PBB mengadakan sidang istimewa dan pasukan penjaga perdamaian PBB diterjunkan di Afrika Selatan untuk mencegah "terorisme negara". PBB langsung mengirim utusan khusus Cyrus Vance ke negara ini untuk membantu proses negosiasi. Menyerukan aksi massal dalam negeri, pada bulan Agustus ANC mengadakan mogok terbesar dalam sejarah Afrika Selatan dan para pendukungnya memadati jalanan Pretoria.
Bulan Juli 1993, Mandela dan de Klerk sama-sama berkunjung ke Amerika Serikat, bertemu Presiden Bill Clinton secara terpisah dan masing-masing mendapatkan Liberty Medal. Tidak lama kemudian, mereka sama-sama mendapatkan Hadiah Perdamaian Nobel di Norwegia.

Pemilihan umum: 1994

Dengan penetapan pemilu pada tanggal 27 April 1994, ANC mulai berkampanye, membuka 100 posko pemilu, dan mempekerjakan penasihat Stanley Greenberg. Pemilihan umum berlangsung dengan sedikit aksi kekerasan, termasuk bom mobil sel AWB yang menewaskan 20 orang. Mandela memberi suara di Ohlange High School di Durban, dan meski menjadi Presiden terpilih, ia mengaku secara terbuka bahwa pemilu ini penuh penipuan dan sabotase. Dengan 62% suara nasional, ANC tinggal sedikit lagi mencapai dua pertiga mayoritas yang diperlukan untuk mengubah konstitusi. ANC juga menang di 7 provinsi, sementara masing-masing Inkatha dan Partai Nasional 1 provinsi.

Kepemimpinan di Afrika Selatan: 1994–1999

Pelantikan Mandela dilangsungkan di Pretoria pada tanggal 10 Mei 1994, disiarkan ke satu miliar penonton di seluruh dunia. Acara ini dihadiri 4.000 tamu, termasuk pemimpin dunia dari berbagai latar belakang.[203] Selain Presiden Afrika Selatan berkulit hitam pertama, Mandela juga menjadi kepala Pemerintah Persatuan Nasional yang didominasi ANC—yang justru tidak punya pengalaman di pemerintahan—tetapi juga melibatkan perwakilan Partai Nasional dan Inkatha. Sesuai perjanjian sebelumnya, de Klerk menjadi Wakil Presiden pertama, sedangkan Thabo Mbeki sebagai wakil pada masa jabatan kedua.
Setelah duduk di kursi presiden, Mandela ganti baju beberapa kali sehari dan salah satu merek dagang Mandela adalah kemeja batiknya yang dikenal sebagai "kemeja Madiba". Ia selalu memakainya bahkan dalam suasana formal. Meski orang-orang sekitarnya hidup berkecukupan, Mandela hidup sederhana dan menyumbangkan sepertiga gaji tahunannya sebesar 552.000 rand ke Nelson Mandela Children's Fund yang ia dirikan tahun 1995.

Rekonsiliasi nasional

Memimpin transisi dari kekuasaan minoritas apartheid ke demokrasi multikultural, Mandela melihat rekonsiliasi nasional sebagai tugas utama pemerintahannya. Setelah melihat negara-negara Afrika pasca-kolonial hancur akibat ditinggalkan elit kulit putih, Mandela berusaha menjamin populasi kulit putih Afrika Selatan bahwa mereka dilindungi dan diwakili di "Bangsa Pelangi" ini.
Kontroversialnya lagi, Mandela terlibat dalam pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi untuk menyelidiki kejahatan-kejahatan era apartheid oleh pemerintah dan ANC dan menunjuk Desmond Tutu sebagai ketuanya. Untuk mencegah munculnya martir, Komisi ini memberikan amnesti individu dengan imbalan kesaksian kejahatan yang dilakukan selama era apartheid.

Program dalam negeri

Pemerintahan Mandela mewarisi negara dengan kesenjangan kekayaan dan jasa yang sangat besar di kalangan masyarakat kulit putih dan hitam. Dengan populasi 40 juta orang, kurang lebih 23 juta di antaranya tidak terhubung dengan listrik atau sanitasi memadai, 12 juta orang tidak punya suplai air bersih, dan 2 juta anak tidak bersekolah dan sepertiga penduduknya buta huruf. 33% rakyat menganggur dan nyaris separuh populasi hidup di bawah garis kemiskinan
Di bawah pemerintahan Mandela, anggaran kesejahteraan naik 13% tahun 1996/97, 13% tahun 1997/98, dan 7% tahun 1998/99. Pada pemilu 1999, ANC mengatakan bahwa karena kebijakan mereka, 3 juta orang terhubung ke telepon, 1,5 juta anak mengenyam pendidikan, 500 klinik diperbarui atau dibangun, 2 juta orang terhubung ke listrik, akses air bersih diperluas samapai 3 juta orang, dan 750.000 rumah dibangun dengan total penghuni nyaris 3 juta orang.
Undang-Undang Pengembalian Lahan 1994 memungkinkan masyarakat yang kehilangan propertinya akibat Undang-Undang Tanah Prbumi 1913 mengklaim balik tanah mereka. Puluhan ribu orang berhasil menyelesaikan klaim tanah mereka. UU Reformasi Lahan 3 tahun 1996 melindungi hak-hak penyewa pekerja yang tinggal dan menanam hasil bumi atau beternak di peternakan. Undang-undang ini menjamin penyewa tidak dapat diusir tanpa perintah pengadilan atau usianya melebihi 65 tahun. UU Pengembangan Kemampuan 1998 menetapkan serangkaian mekanisme untuk mendanai dan mempromosikan pengembangan kemampuan di tempat kerja. UU Hubungan Tenaga Kerja 1995 mempromosikan demokrasi di tempat kerja, perundingan bersama secara tertib, serta penyelesaian efektif sengketa tenaga kerja.[235] UU Persyaratan Dasar Pekerjaan 1997 memperbaiki mekanisme kerja serta memperluas "cakupan" hak ke semua pekerja, sedangkan UU Kesetaraan Pekerjaan 1998 disahkan untuk mengakhiri diskriminasi tidak adil dan menjamin implementasi tindakan yang disetujui di tempat kerja.

Hubungan luar negeri     

Mencontoh Afrika Selatan, Mandela mendorong negara-negara lain menyelesaikan konflik melalui diplomasi dan rekonsiliasi. Pada September 1998, Mandela ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal Gerakan Non-Blok dan mengadakan konferensi tahunannya di Durban. Ia memanfaatkan acara ini untuk mengkritik "kepentingan sempit dan chauvinistik" pemerintah Israel karena menghambat negosiasi untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina dan memaksa India dan Pakistan berunding untuk mengakhiri konflik Kashmir, dan karena itu pula ia dikritik oleh Israel dan India.

Penarikan diri dari politik

Konstitusi Afrika Selatan yang baru disetujui parlemen pada bulan Mei 1996. Konstitusi ini menetapkan serangkaian institusi untuk mengawasi kewenangan politik dan administratif di dalam bingkai demokrasi konstitusional. Mandela mengundurkan diri sebagai Presiden ANC pada konferensi Desember 1997, dan meski berharap Ramaphosa akan menggantikannya, ANC memilih Mbeki sebagai presiden; Mandela mengaku bahwa saat itu Mbeki telah menjadi "Presiden negara secara de facto". Menggantikan Mbeki sebagai Wakil Presiden, Mandela dan Eksekutif mendukung pencalonan Jacob Zuma, seorang Zulu yang sempat dipenjara di Pulau Robben, tetapi ia ditantang Winnie, yang retorika populisnya memberinya banyak pengikut di dalam partai; Zuma mengalahkannya dengan telak di pemilu.
 
Demikian sedikit kisah tentang Nelson Mandela sosok revolusioner anti-apartheid. Beliau berjuang demi kebebasan demokrasi kaum kulit hitam di afrika, penahan yang beliau alami berbagai penolakan dan hal-hal lain tidak memutuskan semangatnya. Yang akhirnya beliau berhasil mewujudkan kesamarataan hak antar kulit putih dan kulit hitam. Bahkan dalam kepemimpinannya afrika selatan mampu menjadi negara yang berhasil mensejahterakan rakyatnya.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Nelson_mandela

Sunday, 20 April 2014

TULISAN TOU2 MINGGU KE-2

WARNA dan PSIKOLOGI

Warna ternyata memiliki pengaruh pada karakter seseorang, warna memberi efek psikologis bagi seseorang yang melihatnya. Ahli fisiologi dan psikologi menjelaskan ada empat warna primer :merah, hijau, kuning dan biru. Walaupun tidak diketahui secara pasti mengapa orang-orang menyukai warna dan kombinasi warna tertentu. Tetapi yang jelas, setiap warna mempunyai karakter atau sifat yang berbeda. Bahkan sejak dahulu warna diketahui mempunyai pengaruh terhadap manusia, namun baru belakangan ini  penggunaannya telah dimanfaatkan secara meluas dalam dunia otomotif, busana, permainan dan sebagainya.

Berikut penjelasan warna dalam psikologi

Warna Merah
Warna merah memberi arti gairah dan memberi energy dan menyerukan terlaksananya suatu tindakan.
Dalam psikologi warna merah merupakan simbol dari energi, gairah, action, kekuatan dan kegembiraan. Dominasi warna merah mampu merangsang indra fisik seperti meningkatkan nafsu makan dan gairah seksual.
Negatifnya warna merah identik dengan kekerasan dan kecemasan. Untuk menjaga keseimbangannya warna merah baik jika dipadukan dengan warna biru muda.
Warna Oranye
Oranye merupakan kombinasi antara warna merah dan kuning.
Warna oranye memberi kesan hangat dan bersemangat. Warna ini merupakansymbol dari petualangan, optimisme, percaya diri dan kemampuan dalam bersosialisasi. Warna oranye sebagai peleburan dari warna merah dan kuning, sama-sama memberi efek yang kuat dan hangat.
Namun sekedar catatan bahwa warna oranye juga dapat memberi kesan murah jika digunakan terlalu dominan, karena warna ini memberi kesan mudah untuk dijangkau. Warna yang baik untuk dipasangkan dengan warna oranye diantaranya adalah warna ungu atau biru karena akan memberi kesan unik dan berkelas.
Warna Kuning
Warna kuning memberi arti kehangatan dan rasa bahagia dan seolah ingin menimbulkan hasrat untuk bermain. Dengan kata lain warna ini juga mengandung makna optimis, semangat dan ceria.
Dari sisi psikologi keberadaan warna kuning dapat merangsang aktivitas pikiran dan mental. Warna kuning sangat baik digunakan untuk membantu penalaran secara logis dan analitis sehingga individu penyuka warna kuning cenderung lebih bijaksana dan cerdas dari sisi akademis, mereka lebih kreatif dan pandai meciptakan ide yang original.
Namun negatifnya mereka juga orang yang mudah cemas, gelisah dan sering dikuasai ketakutan, terlebih dalam menghadapi orang yang juga sedang merasa tertekan ataupun stress mereka cenderung menjadi terlalu kritis dan menghakimi.
Warna Biru
Warna biru umumnya memberi efek menenangkan dan diyakini mampu mengatasi insomnia, kecemasan, tekanan darah tinggi dan migraine. Didalam dunia bisnis warna biru disebut sebagai warna corporate karena hampir sebagian besar perusahaan menggunakan biru sebagai warna utamanya. Hal ini dikarenakan warna biru mampu memberi kesan profesional dan kepercayaan.
Diyakini bahwa warna biru dapat merangsang kemampuan berkomunikasi, ekspresi artistic dan juga sebagai symbol kekuatan. Berdasarkan cara pandang ilmu psikologi warna biru tua mampu merangsang pemikiran yang jernih dan biru muda membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan konsentrasi.

Warna Hijau
Warna hijau adalah warna yang identik dengan alam dan mampu memberi suasana tenang dan santai. Berdasarkan cara pandang ilmu psikologi warna hijau sangat membantu seseorang yang berada dalam situasi tertekan untuk menjadi lebih mampu dalam menyeimbangkan emosi dan memudahkan keterbukaan dalam berkomunikasi. Hal ini diyakini sebagai efek rileksasi dan menenangkan yang terkandung dalam warna ini. Didalam bidang design warna hijau memiliki nilai tersendiri karena dapat memberi kesan segar dan membumi terlebih jika dikombinasikan dengan warna coklat gelap.

Warna Hitam
Warna hitam adalah warna yang akan memberi kesan suram, gelap dan menakutkan namun juga elegan. Karena itu elemen apapun jika dikombinasikan dengan warna hitam akan terlihat menarik .
Warna Putih
Salah satu kelebihan warna putih adalah kemampuannya untuk membantu mengurangi rasa nyeri. Ini dikarenakan warna putih memberi kesan kebebasan dan keterbukaan. Kekurangan warna putih adalah dapat memberi rasa sakit kepala dan mata lelah jika warna ini terlalu mendominasi.
Bagi pekerja kesehatan warna putih memberi kesan steril. Putih sebagai warna yang murni dan tidak menggunakan campuran apapun memberi arti yang suci dan bersih. Untuk design yang minimalis penggunaan warna putih dapat menjadi pilihan yang tepat.
Warna Coklat
Warna coklat adalah salah satu warna yang mengandung unsur bumi. Dominasi warna ini akan memberi kesan hangat, nyaman dan aman. Kelebihan lainnya adalah warna coklat dapat menimbulkan kesan modern, canggih dan mahal karena kedekatannya dengan warna emas.
Secara psikologis warna coklat akan memberi kesan kuat dan dapat diandalkan. 
Warna Ungu

Ungu adalah warna yang memberikan kesan spiritual, kekayaan dan kebijaksanaan. Saya jadi ingat desain baju penyihir / dukun / sejenisnya di jaman medieval, kebanyakan di dominasi warna ungu. Ungu juga warna yang unik karena sangat jarang kita lihat di alam.  Warna ini adalah campuran warna merah dan biru yang melambangkan sifat Gempuran Keras yang dilambangkan oleh warna biru. Perpaduan antara keintiman dan erotis atau menjurus pengertian yang mendalam dan peka. Sifatnya sedikit kurang teliti tetapi selalu penuh harapan.

Warna Abu-abu

Warna ini tidak menunjukkan erti yang jelas. Tidak terang dan sama sekali bebas dari kecenderungan psikologi. Warna ini cenderung neutral.

Dengan mengetahui dasar psikologis warna pada seseorang berbagai industri mampu membuat produk mereka dengan penyesuaian yang tepat. Bahkan seorang konsumen mampu memilih produk sesuai dengan kondisi pikologinya, misalnya saja dia ingin lebih tenang, semangat, ataupun percaya diri dia mampu memilih pakaian yang sesuai.

Sumber:


Saturday, 19 April 2014

TUGAS TOU2 MINGGU KE-2

Keputusan, semua orang memilih jalan yang berbeda serta melaluinya dengan cara yang berbeda pula bahkan kemampuan untuk tetap bertahan pun berbeda maka itu ada orang yang sukses ada pula yang gagal. Kali ini aku ingin berbagi cerita tentang seseorang yang memiliki pilihan di dalam pilihannya yang lain dan terus jatuh namun mampu kembali mamilih meski bukan dalam waktu yang cepat. Ya, sebuah cerita dari seorang yang lebih dari teman bagiku. Sebelumnya aku berterima kasih padanya “panggil saja si A” karena telah memberikan izin untuk berbagi ceritanya untuk tugas TOU2 kali ini.
Cerita yang ku ingat ini adalah cerita di awal kami bertemu dan mulai dekat, seorang gadis remaja yang agak ribet ini menceritakan apa yang tidak bisa dia capai sesuatu yang membuat dia memilih satu pilihan. Apa si yang tidak bisa ia capai, lalu apa pilihan terakhirnya?
Si A ini sejak SMA memilih untuk merantau, dia bersekolah di luar kota jauh dari kedua orang tuanya dan bukan “pesantren” atau “asrama”. Mencoba seberapa mampu kah dia untuk mandiri dan mungkin lebih dekat dengan tempatnya nanti ingin melanjutkan kuliahnya (mungkin agak lupa tapi ya sudahlah malas nanya lagi maaf ya J). Oke langsung saja ceritanya sampai saat sudah lulus SMA dan perjuangan mendapatkan universitas idaman dimulai. Ya dia jelas mendaftar di universitas negeri yang dia incar dengan jurusan yang memang berat, sebuah mimpi yang benar-benar ingin dia capai sejak dia memutuskan untuk pergi jauh dari rumah. Namun tahun itu pilihannya belum memilihnya, lalu yang dia lakukan memilih pilihan lain. Berbeda dengan apa yang ku pikirkan jika aku ada di posisinya, ku pikir dia akan pindah ke kampus yang lebih mudah bisa memilihnya. Tapi ternyata dia memilih untuk menunggu dan mencoba tahun depan.
Menunggu satu tahun bukan hal yang mudah, nyatanya orang-orang di sekitarnya ada yang menentang tapi dia memang cukup keras. Ya keputusannya ini di ambil dengan konsistensi yang tinggi meskipun setaun nganggur itu pasti otak jadi tumpul (maaf ya). Kalian tahu menunda kuliah setaun dan kembali mengincar hal yang sama itu memang pilihan yang cukup sering dilakukan, akan tetapi cukup banyak juga yang menyerah atau mengambill jalan pintas. Dan dia belum ingin menyerah satu tahun dia mampu mempertahankan konsistensinya itu. Tentunya menungu bukan sekedar menunggu dia juga mengikuti bimbingan belajar yang memang pastinya nguras kemampuan otak dan bikin migrain (maaf lagi).
Saat-saat terberat mulai dia rasakan ada rasa lelah, penat, kecewa, dan begitu banyak pertanyaan. Dia ingin semua secepat yang dulu ia rasakan saat belajar biasa di SMA ya tapi ini pilihan dan ini belum cukup untuk membuatnya terpilih. Sayang sekali apa yang ia perjuangkan yang dia kejar yang ia letakan tepat begitu dekat dengan hatinya, ternyata tidak bisa dia capai. Dua kali gagal itu bukan hal yang mudah kehilangn satu pilihan itu menyebalkan, bahkan harus membuat pilihan yang baru itu bukan hal yang mudah. Apalagi di tambah rasa bersalah karena ada perasaan yang satu tahun itu hal yang peruma dia lakukan toh sama saja kan.
Rapat keluarga (maaf lebay), ada beberapa rekomendasi dari keluarga terdekat dengan masih adanya rasa kecewa akhirnya ia membuat keputusan “lagi”. Yap satu nama Universitas Swasta pun dia pilih, langsung saja dia daftar secara online. Memilih jurusan yang menjadi andalan kampusnya pun dia lakukan. Akhirnya pilihan ini memilihnya dan dia mampu membuat pilihan untuk berkuliah jauh dari rumah meyakinkan diri bahwa apa yang dia pilih tidak membuat kedua orang tuanya kecewa dan tidak membuat dirinya menyerah. Belajar dari kegagalan sebelumnya, sebuah keputusan yang dianggap percuma, dia bangkit dan meskipun ini kampus swasta dia meyakinkan diri untuk tepat pergi dan manjalaninya.
Setelah ini ada cerita lain sebuah cerita yang membuatnya memutuskan untuk pergi dan kami menjadi berjarak dengannya. Seorang gadis yang pernah menjadi begitu salah menjadi begitu berbeda dan kini dia menjadi seorang wanita dewasa yang meskipun merasa begitu lelah dia harus tetap bertahan. Terima kasih karena kau mengizinkanku menulis tentangmu terima kasih karena dengan ini aku bisa mengurangi rasa untuk kembali di saat kita dekat dan berbagi banyak hal. Aku dan kami baik di sini mendo’akanmu untuk sukses bersama mimpimu yang baru ingat aku, kami akan tetap menjadi kita.
Untuk teman yang lebih dari seorang teman
Kami menyanyangimu dan mendukung keputusanmu
Catt:

Maaf kalau penulisan ini berantakan dan banyak sisi yang kurang jelas karena ini di tulis oleh seorang amatir J

Sunday, 30 March 2014

Perulangan C++ "FOR dan DO-WHILE"

Pernyataan for

Perulangan yang pertama adalah for. Bentuk umum pernyataan for sebagai berikut :
for(inisialisasi;syarat pengulangan;pengubah nilai pencacah )
Bila pernyataan didalam for lebih dari satu maka pernyataan-pernyataan tersebut harus diletakan
didalam tanda kurung.
for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah )
{
pernyataan / perintah;
pernyataan / perintah;
pernyataan / perintah;
}
Kegunaan dari masing-masing argumen for diatas adalah :

  • Inisialisasi : merupakan bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabel-variabel tertentu.
  • Syarat Pengulangan : memegang control terhadap pengulangan, karena bagian ini yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan.
  • Pengubah Nilai Pencacah : mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah.

Pernyataan nested – for
Pernyataaan Nested for adalah suatu perulangan for didalam perulangan for yang lainnya. Bentuk umum pernyataan Nested for sebagai berikut :
for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah )
{
for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah)
{
pernyataan / perintah;
}
}

Pernyataan While
Penyataan perulangan do-while merupakan bentuk perulangan yang melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan belakangan. Bentuk umum perulangan do-while, sebagai berikut :

do
{
Pernyataan / perintah ;
}
while ( syarat )

Program untuk mencetak numeric triangle menggunakan for dan do-while :
FOR
//Program Perulangan For//
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
void main()
{
 for (int i=1; i<=3; i++)
 {
   for (int j=1; j<=i;j++)
   {
    cout<< i;
    }
    cout<< endl;
    }
getche();
}

DO-WHILE
//Program Perulangan Do While//
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
void main()
{
 int i,j;
 i=1;
 j=1;
 do
 {
  j=1;
  do
  {
   cout<<i;
   j++;
   }
   while (j<=i);
   i++;
   cout<<endl;
 } while (i<=3);
getche();
}

OUTPUT
Kedua program diatas akan menghasilkan output yang sama seperti berikut :









Jika pada bagian program "cout<<i;" diganti dengan "cout<<j; maka outputnya akan menjadi seperti berikut :











Sumber :

"Team Work!"

Pengertian “Team Work”
Teamwork atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien. Harus disadari bahwa teamwork merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan tersebut bukanlah tujuan pribadi, bukan tujuan ketua tim, bukan pula tujuan dari pribadi yang paling populer di tim.
                     
Peranan “Team Work”
Peranan Team Work sangat besar kontribusinya bagi tercapainya target / goal dari suatu organisasi. Dalam suatu organisasi tanpa adanya Team Work yang tangguh, selain terbuka peluang menuju kegagalan, hasilnya pun tidak akan sesuai dengan yang diharapkan. "Great achievement is usually born of great sacrifice, and is never the result of selfishness" Napoleon Hill.
Untuk membangun Team Work yang tangguh maka diperlukan adanya hal-hal berikut : 

1.VISI DAN MISI. 
Semua orang yang terlibat dalam Team Work harus benar - benar memahami dan mengerti dengan baik Visi dan Misi organisasi. Jika kondisi ini telah terpenuhi, selain akan menghilangkan sikap curiga / tidak percaya maka tujuan yang ingin dicapai akan semakain mudah direalisasikan karena semuanya telah terfokuskan / terkonsentrasikan dengan baik pada target / goal yang ingin dicapai. "If you chase two rabbits, both will escape" Chinese Proverb.

2.SALING PERCAYA. 
Siapapun yang terlibat dalam suatu Team Work, harus mau membuka diri / transparan. Yang namanya rahasia, sedini mungkin disirnakan. Setiap permasalahan yang timbul, setiap orang dalam Team Work akan berusaha seoptimal mungkin memberikan solusi pemecahan. Jika senang akan sama - sama dinikmati dan begitu juga sebaliknya, jika susah akan sama - sama dipikul. "We make a living by what we get, we make a life by what we give" Winston Churchill.

3.KESATUAN. 
Selalu tekankan dalam Team Work bahwa kita adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Ibarat sapu lidi. Jika bersatu akan memberikan manfaat tetapi jika dipisahkan, manfaatnya akan sirna. Ketika ada yang sakit maka spontanitas semua yang terlibat dalam Team Work juga akan merasakannya dan berusaha menyembuhkannya. "If anything goes bad, I did it. If anything goes semi - good, we did it. If anything goes real good, then you did it. That's all it takes to get people to win football games for you" Paul "Bear" Bryant.

4.SALING MENGHORMATI. 
Dikarenakan Team Work adalah satu kesatuan yang tidak terpisah maka setiap orang yang berada dalam Team Work memiliki fungsi dan peranan yang sangat vital dan penting. Tidak ada satu hal pun yang logis dikatakan bahwa si A, B atau C lebih penting / vital peranannya jika dibandingkan dengan si D, E atau F. Didasarkan oleh kondisi ini maka siapapun yang terlibat dalam Team Work harus saling menghormati dan menghargai. "Coming together is a beginning, staying together is progress, and working together is success" Henry Ford.

5.POSITIVE THINKING. 
Ini adalah salah satu hal fundamental yang harus dimiliki dalam Team Work, yang menilai / menvonis baik tidaknya diri seseorang adalah didasarkan oleh apa yang dia kontribusikan dan bukan semata - mata hanya oleh penampilan luar. "A positive attitude brings strength, energy and initiative" Remez Sasson.

6.KERJASAMA. 
Karena ini adalah untuk kepentingan bersama maka sudah seyogianya bentuk dari kerjasama yang diberikan adalah kerjasama yang tulus dan ikhlas serta tanpa adanya niat - niat terselubung. "A successful team beats with one heart" Unknown.

7.RELA BERKORBAN. 
Makna dari rela berkorban adalah selain korban dalam bentuk materi tetapi juga waktu dan perasaan. Wujud nyata dari rela berkorban ini juga harus tulus dan ikhlas serta tanpa pamrih adanya. Motivasi utama dari perbuatan mulia ini adalah demi kesuksesan bersama dalam suatu team Work. "Individuals play the game, but teams beat the odds" SEAL Team saying.

8.TANTANGAN DAN RINTANGAN. 
Kembali, apapun tantangan dan rintangan yang timbul, semuanya akans selalu bersatu padu dalam menanganinya. Tidak seorangpun akan dibiarkan menderita / bahagia sendirian. Semuanya akan selalu dirasakan bersama - sama. "If all my friends were to jump off a bridge, I wouldn't jump with them, I'd be at the bottom to catch them. Everyone hears what you say. Friends listen to what you say. Best friends listen to what you don't say" Tim McGraw.

Dengan dimilikinya Team Work yang tangguh maka apapun yang telah direncanakan akan semakin mudah direalisasikan. "There are three ways to get something done: do it yourself, employ someone, or forbid your children to do it" Monta Crane

Contoh Nyata “Team Work”
Team Work Antara Bagian Klaim dan Bagian Penjualan
Kualitas produk dan kualitas pelayanan yang baik, seringkali hanya dapat dimungkinkan bila terdapat teamwork yang baik. Banyak kesalahan yang menyebabkan pelanggan tidak puas, karena tidak adanya teamwork. Pelanggan tidak puas dengan perusahaan asuransi, gara-gara tidak ada teamwork antara bagian klaim dan bagian penjualan. Kedua departemen ini, sering memberikan janji yang berbeda. Akibat tidak ada teamwork, koordinasi antar dua departemen ini seringkali buruk. Akibatnya, pelanggan dikecewakan. Bagian penjualan, menginginkan agar pelanggan dilayani dengan cepat. Bagian klaim, ingin bersikap hati-hati dan prosedural. Karena tidak ada teamwork, maka berjalan dengan prosedur masing-masing.

Jadi, dalam hal ini antara kedua bagian (klaim dan penjualan) diperlukan adanya suatu bentuk kerjasama yang baik. Jelas teamwork yang harus dibangun adalah penyamaan visi dan misi salah satunya “janji”. Jika disatukan kedua bagian ini akan mampu melayani pelanggan dengan cepat namun di sertai sikap yang berhati-hati dan prosedural yang akhirnya tercapailah tujuan untuk memuaskan pelanggan.

Sumber :